Senin, 14 Okt 2019 15:20 WIB

Saran Psikolog Cara Tahan Diri Enggak Gampang Nyinyir di Medsos

Rosmha Widiyani - detikHealth
Latih diri supaya tidak mudah nyinyir di media sosial. (Foto: shutterstock) Latih diri supaya tidak mudah nyinyir di media sosial. (Foto: shutterstock)
Jakarta - Baru-baru in ramai kasus nyinyir di media sosial (medsos) berujung hukuman. Sebagai contoh ada beberapa anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dicopot dari jabatannya karena perilaku istri yang nyinyir di media sosial.

Perilaku nyinyir ini oleh beberapa ahli disebut muncul karena perasaan tidak senang dengan orang lain. Nyinyir dijadikan cara untuk menjatuhkan orang lain sehingga seseorang bisa merasa lebih baik di medsos.


Menurut psikolog klinis Kasandra Putranto dari Kasandra & Associate perilaku nyinyir menjamur karena sudah jadi kebiasaan yang dipengaruhi keterbatasan intelektual, emosional, dan sosial. Oleh sebab itu untuk menghadapinya seseorang perlu melatih diri dengan menambah wawasan dan mengetahui implikasi dari apa yang diunggah.

"Harus berlatih sejak dini menambah pengetahuan dan wawasan. Terutama mengenai hukum agar mengetahui bahwa celotehan dan nyinyir baik langsung maupun tidak langsung mengandung sanksi hukum," kata Kasandra pada detikcom.

"Kritik membangun tidak mengandung komponen yang menyakitkan, melukai, atau merendahkan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan para anggota TNI diberi sanksi karena para istrinya membuat posting-an nyinyir peristiwa penusukan Wiranto. Para anggota dianggap lalai melaksanakan perintah atasan terkait penggunaan media sosial di lingkungan TNI dan keluarganya.



Simak Video "Kata Psikolog soal Awkarin yang Hengkang dari Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)