Senin, 14 Okt 2019 18:46 WIB

Viral Skripsi Dicoret 'Sampah' Oleh Dosen, Netizen Singgung Beban Stres

Rosmha Widiyani - detikHealth
Viral skripsi yang dicoret sampah. Foto: tangkapan layar Twitter Viral skripsi yang dicoret sampah. Foto: tangkapan layar Twitter
Jakarta - Media sosial diramaikan unggahan skripsi yang dicoret-coret dosen pembimbing atau penguji. Netizen ada yang mendukung model bimbingan seperti itu, meski ada juga yang berharap lebih ramah dan memberi motivasi cepat lulus.

"Gimana perasaanmu punya dosen pembimbing kayak @K************S? Cukup melatih daya tahan banting," tulis seorang warganet yang cuitannya pada (13/10/2019) telah diretweet 10.800 kali.


Menanggapi unggahan tersebut, dokter ahli kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, kembali mengingatkan pentingnya punya soft skill dalam bidang keterampilan sosial. Hal ini menentukan kemampuan dalam bidang resolusi masalah, argumentasi positif, dan menerima tekanan (pressure).

"Keterampilan sosial menentukan kepribadian yang lebih matang dalam kehidupan bermasyarakat dan menghadapi masalah. Soft skill ini ditentukan melalui pola asuh sejak kecil hingga dewasa. Makanya, jangan terlalu banyak main gadget atau medsos supaya bisa lebih gaul di lingkungan," kata dr Lahargo pada detikcom.

Soft skill di bidang keterampilan sosial makin penting, karena seseorang tidak bisa memilih dengan siapa berinteraksi. Dengan semakin banyak bergaul, keterampilan akan semakin terasah dan memungkinkan seseorang lebih baik dalam menghadapi masalah termasuk saat menghadapi tekanan skripsi dari dosen pembimbing atau penguji.


Simak Video "Kata Psikolog soal Awkarin yang Hengkang dari Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)