Selasa, 15 Okt 2019 12:42 WIB

Sulli Eks f(x) Bunuh Diri, Dokter Jiwa Singgung Efek Bullying di Medsos

Firdaus Anwar - detikHealth
Sulli banyak mendapat tekanan mental di media sosial (Foto: Dok. Instagram) Sulli banyak mendapat tekanan mental di media sosial (Foto: Dok. Instagram)
Jakarta - Kematian artis Korea Selatan, Sulli eks f(x), mengangkat masalah penggunaan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan jiwa. Sulli dilaporkan bunuh diri setelah sebelumnya mengaku berjuang melawan depresi.

Selama hidup wanita 25 tahun bernama asli Choi Jin-ri ini beberapa kali tersandung kontroversi dan sering mendapat komentar-komentar pedas dari netizen di media sosial. Di tahun 2014 Sulli memutuskan untuk rehat dari industri hiburan Korea Selatan karena lelah secara fisik dan mental terus menghadapi komentar jahat dan rumor tidak benar tentangnya.

Selain Sulli sebetulnya masih banyak lagi deretan idol Kpop yang mengaku mengidap depresi. Sebagian mengatakan masalah bersumber dari tekanan yang diberikan publik, termasuk lewat media sosial.

Terkait hal tersebut ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, FACLP, dari Klinik Psikosomatik Omni Hospital Alam Sutera mengingatkan agar selalu bijak menggunakan media sosial. Digunakan dengan baik media sosial bisa membawa manfaat, namun bila sembarangan bisa berpengaruh negatif terhadap kondisi kejiwaan.



Sebagai contoh sebagian dari kita mungkin bisa merasa buruk karena sering membandingkan kehidupan orang lain di media sosial. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti apa yang tampak.

"Paling penting di antara kita sering membandingkan dengan apa yang sudah ada di media sosial. Padahal di dalam media sosial itu bukan kenyataan, itu semua sudah difilter diberikan penekanan misal keindahannya atau kehabatannya," kata dr Andri.

"Kehidupan manusia itu tidak serta merta seperti yang tergambar di media sosial. Ini yang harus diperhatikan sama teman-teman," lanjut pemilik akun Twitter @mbahndi ini.

Sementara itu sebagian lain karena kurangnya empati menggunakan media sosial mengunggah foto, video, atau komentar buruk tanpa berpikir panjang dampaknya. Hal ini yang kemudian bisa mendorong seseorang menjadi depresi.

"Secara umum bukan hanya artis, kita semua punya andil dalam menjaga lingkungan media sosial yang lebih baik dan kondusif," ujar dr Andri.

dr Andri menyarankan bila seseorang sudah mengalami tanda-tanda gangguan depresi karena terlalu sering menggunakan media sosial maka sebaiknya berhenti atau puasa dulu. Cari kerabat yang bisa memahami lalu bila dibutuhkan jangan segan konsultasi dengan psikolog atau psikiater.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)