Selasa, 15 Okt 2019 13:32 WIB

Viral KLB Difteri Gara-gara Cabe Bubuk, Dinkes DKI Pastikan Hoax!

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Hoax tentang KLB difteri di Jakarta yang ternyata hoax. (Foto: Uyung/detikHealth) Hoax tentang KLB difteri di Jakarta yang ternyata hoax. (Foto: Uyung/detikHealth)
Jakarta - Beredar pesan viral di media sosial yang menyebutkan Jakarta sedang mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri yang menyangkiti ratusan pasien. Penyakit tersebut diklaim disebabkan oleh cabe bubuk kering yang sedang populer sebagai bumbu jajanan dan ternyata tercemar kencing tikus.

Dalam pesan tersebut juga tertulis sumber info berasal dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Beserta imbauan bagi warga Jakarta, Jawa Barat, dan sekitarnya untuk mengurangi membeli jajanan di luar untuk mengurangi penularan.



Berikut pesan yang viral tersebut:

Dki Jakarta & Jabar. Ada 600 yg kena.
RS penuh dg kondisi anak2 Difteri.
38 sdh meninggal. Jadi memang kejadian Luar Biasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan Imunisasi masal sd 11 Des.
Usia 1 sd 19 tahun

Hati2 jgn jajan yg pk cabe bubuk,
Jangan jajan pk cabe kering seperti cabe di Tahu bulat, Otak2, dsb.
Pokoknya jangan pake "Cabe Bumbu Kering".
Karena penuh penyakit dr
Kencing Tikus, kasusnya banyak yg meninggal karena penyakit "Difteri..."

. PERHATIAN
Untuk kita2 yg Keluarga atau Putra Putrinya
Suka mengkonsumsi jajanan dengan menggunakan bumbu tabur
(terutama yg mengandung cabe kering)
Seperti...
Cilok,
Tahu Crispy,
Singkong goreng atau yg lain,
Monggo dievaluasi kembali.
Kenapa....?
Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tak peduli dijadikan
Sarang Tikus.
Tentu saja
KENCING TIKUS
akan tercecer disana & membahayakan.
Mari kita jaga keluarga kita.
Gejala Difteri
Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak Bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:
• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan & amandel
• Demam & menggigil
• Sakit tenggorokan & suara serak
• Sulit bernapas atau napas yang cepat
• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher
• Lemas & Lelah
• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental & terkadang bercampur darah
"DIHIMBAU UNTUK HATI HATI"
Saat ini "DIFTERI" sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB),
Jadi kalau tidak terpaksa betul,
Jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat.
Penularan melalui Droplet spt dari Ludah , Batuk, dll
Spt penularan TBC.
Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat tempat rekreasi dll.
Ini khusus warga Jakarta,
Jawa barat & sekitarnya

Info :
Dinkes DKI Jakarta



Pihak Dinkes DKI Jakarta telah mengonfirmasi berita tersebut adalah HOAKS lewat akun instagramnya dengan mengunggah isi berita viral tersebut.

"INFORMASI HOAKS. Jika Bapak/Ibu menerima informasi seperti di atas, Kami pastikan informasi tersebut hoaks dan tidak berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta," berikut caption foto klarifikasi tersebut.

Beberapa warganet juga berkomentar mengenai konfirmasi hoaks tersebut. "Terima kasih infonya. Krn kami telah menerima berita itu 4 hari yg lalu. Untung belum kami share di grup," tulis akun s**far***y.

Difteri adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diphteriae. Gejala yang disebabkan difteri bisa fatal, terutama pada anak-anak, karena itu penting tahu tanda-tanda dari infeksi penyakit ini.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)