Selasa, 15 Okt 2019 14:40 WIB

Sulli Eks f(x) Bunuh Diri, Cyberbullying Tanda Kurang Empati Bermedsos

Firdaus Anwar - detikHealth
Sulli mengaku berjuang melawan depresi sebelum dilaporkan bunuh diri. (Foto: Dok. Instagram/jelly_jilli) Sulli mengaku berjuang melawan depresi sebelum dilaporkan bunuh diri. (Foto: Dok. Instagram/jelly_jilli)
Jakarta - Artis Korea Selatan Sulli eks f(x) ditemukan tewas di apartemennya pada Senin (14/10/2019). Dikutip dari Koreaboo, pihak kepolisian mengkonfirmasi wanita 25 tahun bernama asli Choi Jin-ri ini bunuh diri setelah berjuang menghadapi depresi.

Selama hidupnya Sulli beberapa kali tersandung kontroversi dan sering mendapat komentar-komentar pedas dari netizen di media sosial.

Sebelum meninggal dalam acara Reply Night belum lama ini, Sulli pernah mengaku bahwa selama ini dirinya kerap pura-pura bahagia. Ia selalu merasa bersalah karena telah membohongi banyak orang.


Terkait hal tersebut ahli kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, FACLP, dari Klinik Psikosomatik Omni Hospital Alam Sutera menjelaskan masalah cyberbullying dan depresi memang bisa saling berhubungan. Perilaku cyberbullying muncul karena masalah rasa kurang kesadaran dan empati bermedia sosial.

Sebagai contoh dr Andri melihat tren orang-orang sering mengunggah foto, video, atau komentar tentang sesuatu yang tidak baik tanpa pikir panjang. Padahal ada potensi unggahan tersebut bisa berdampak buruk.

"Ini seringkali kita enggak ada empatinya. Saya jujur mengatakan banyak di antara kita ini tidak berempati. Mengapa? Karena kita sendiri tidak memikirkan kalau itu terjadi pada diri kita," kata dr Andri saat dihubungi detikcom, Selasa (15/10/2019).

"Kita sering tidak empati sehingga ingin menjelek-jelekan orang lain, membuat orang lain tidak nyaman dengan apa yang kita lakukan," lanjut pria pemilik akun Twitter @mbahndi ini.

Di era teknologi informasi seperti sekarang ini dr Andri berharap makin banyak orang sadar dampak luas penggunaan media sosial. Digunakan secara bijak media sosial bisa membawa manfaat namun bila sembarangan bisa berpengaruh negatif terhadap kondisi kejiwaan.

"Saya berharap sebenarnya remaja, anak muda, kita semua dengan era teknologi informasi yang saat ini luar biasa maju jangan terlalu kebablasan. Kita harus hati-hati misalnya dengan memposting atau berkomentar dengan akun media sosial kita," ujar dr Andri.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)