Selasa, 15 Okt 2019 15:01 WIB

Pria Gesek-gesek Kelamin di KRL, Tak Bisakah Kaum Adam Kontrol Libido?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Padatnya situasi di stasiun kereta (Foto: Rifkianto Nugroho) Padatnya situasi di stasiun kereta (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Pria berinisial HN (24) diamankan polisi karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada ABG di KRL. Di tengah perjalanan antara Stasiun Sudirman-Manggarai, pelaku menggesek-gesekkan kemaluannya ke korban.

"Karena berdesakan, korban awalnya nggak ngira, sampai akhirnya pelaku menggesekkan kemaluannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom.

Beberapa pria memiliki kondisi dorongan seks yang tinggi atau libido terlalu aktif. Dorongan seks yang tinggi biasanya bukan masalah jika tidak merasa 'diperintah' oleh pikiran seksual tersebut.

Sebuah penelitian dari Ohio State University menunjukkan pria dewasa muda rata-rata memikirkan seks 19 kali per hari. Meski pemikiran tersebut dianggap biasa, namun beberapa pria tidak bisa mengontrolnya yang membuat mereka mengidap hiperseks.



Mengutip Juicebox, pada kasus ekstrem, seseorang yang terobsesi dengan seks akan dengan kompulsif mengejar pengalaman seksual dengan mengambil risiko besar termasuk pilihan yang dapat menyebabkan kerusakan emosional dan fisik pada diri sendiri atau orang lain.

Memiliki libido tinggi juga bisa menjadi gejala gangguan kesehatan seperti ketikdakseimbangan hormon, bipolar atau gangguan kendali impuls. Jika libido tinggi disertai dengan gejala fisik atau mental lainnya, disarankan untuk berdiskusi dengan dokter.

Tentu butuh pemeriksaan untuk memastikan apakah seorang pria mengidap hiperseks, dan belum tentu pelaku pelecehan seks mengidap kondisi tersebut. Jika mencurigai dorongan seksual tinggi dipengaruhi oleh gangguan kesehatan mental, riwayat pelecehan atau keterpaksaan, mengunjungi terapis bisa membantu mengatasinya.



Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)