Rabu, 16 Okt 2019 13:00 WIB

Kena Nyinyir di Medsos? Ini Saran Psikolog Biar Tak Baper

Michelle Natasya - detikHealth
Menghadapi komentar nyinyir memang butuh kesabaran ekstra (Foto: iStock) Menghadapi komentar nyinyir memang butuh kesabaran ekstra (Foto: iStock)
Jakarta - Banyak orang begitu enteng nyinyir di media sosial, seolah tidak memikirkan dampaknya bagi kejiwaan orang lain. Sekarang, coba banyangkan seandainya mereka ada di posisi kena nyinyir.

Dampak yang dialami korban nyinyir di media sosial secara psikis tidak ubahnya korban cyberbullying. Tertekan dan terbawa perasaan, bahkan tak menutup kemungkinan jadi stres dan depresi.

Sayangnya, sulit sekali mengontrol perilaku orang di media sosial. Apapun bisa memancing komentar pedas bagi yang tidak sependapat atau tidak suka. Harus bagaimana agar tetap asyik dalam berinteraksi di media sosial?



Gracia Ivonika, psikolog dari Personal Growth memberikan beberapa tips untuk menghadapi komentar nyinyir netizen yang tiada habisnya, sebagai berikut:

1. Sama halnya dengan pelaku nyinyir, sebelum mengunggah postingan di media sosial, pastikan kamu siap dengan berbagi konsekuensi yang ditimbulkan. Seperti mendapat tanggapan yang pro atau kontra, pujian atau celaan, dan sebagainya.

2. Jika kamu tidak siap dengan konsekuensi tersebut, hindari posting konten tesebut atau seleksi terlebih dahulu dengan berbagai fitur yang ada. Seperti 'hide' atau 'close friends', dan sebagainya.

3. Apabila mendapat komentar nyinyir, kamu perlu terbuka terlebih dahulu dengan komentar tersebut dan merefleksikan kembali dalam diri kamu. Bila ada poin positif yang bisa diterima dari input tersebut, tanggapilah secara positif. Sebaliknya, jika merasa komentar tersebut tidak sesuai atau tidak bisa diterima, kamu berhak memberikan klarifikasi.

Namun, perlu diingat untuk tenangkan diri terlebih dahulu sehingga respons yang kamu berikan telah dipertimbangkan dengan matang. Menyampaikan klarifikasi harus dengan cara yang asertif. Karena ketika kamu menampilkan respons yang sangat reaktif, dapat muncul masalah baru.

4. Ingat kembali bahwa pendapat orang lain tidak selalu benar dan dapat diterima. Kembalilah pada value kamu sendiri karena setiap orang memiliki perspektifnya masing-masing.



Simak Video "Kata Psikolog soal Awkarin yang Hengkang dari Instagram"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)