Rabu, 16 Okt 2019 14:35 WIB

5 Fakta Tentang Daun Kratom yang Disebut Bisa Bikin Kecanduan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
5 fakta daun kratom yang harus diketahui. Foto: Polisi sita truk yang bawa 12 ton daun kratom di Palangka Raya (Antara Foto) 5 fakta daun kratom yang harus diketahui. Foto: Polisi sita truk yang bawa 12 ton daun kratom di Palangka Raya (Antara Foto)
Jakarta - Belum lama ini, Polresta Palangkaraya, Kalimantan Tengan, telah menyita 12 ton daun kratom yang akan dikirim ke luar negeri. Pohon yang dikenal sebagai tanaman obat disebut juga dapat menyebabkan atau memiliki risiko kecanduan.

Namun, menurut orang-orang penderita nyeri kronis dan sebelumnya menggunakan obat-obatan opiat, kratom memunculkan efek yang lebih baik. Opiat merupakan senyawa narkotika yang ada dalam tiap kandungan obat, sebagai penghilang rasa nyeri. Contohnya seperti obat-obatan yang berasal dari opium atau morfin, senyawa sintetik, dan masih banyak lagi.


Dikutip dari Live Science, ini 5 fakta dari daun kratom yang harus diketahui.


1. Daun pohon kratom memiliki sifat psikoaktif

Tanaman kratom ini berasal dari Kalimantan Tengah atau menurut Drug Enforcement Administration (DEA) disebut dengan mitragyna speciosa. Daun dari pohon ini memiliki sifat psikoaktif yang dapat dihancurkan, dihisap, diseduh menjadi teh, atau dimasukkan dalam kapsul.

2. Orang menggunakannya sebagai penghilang rasa sakit

Salah satu alasan utama orang menggunakan daun ini karena berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit. Hal ini dikemukakan oleh seorang profesor psikiatri di Universitas of Rochester Medical Center di New York, Marc Swogger. Sebagian lainnya menggunakan daun kratom untuk mengobati gangguan stres pasca-trauma atau kecemasan sosial.

3. Peneliti masih belum yakin bagaimana daun kratom bekerja dalam tubuh

Menurut Swogger, para peneliti belum sepenuhnya mengetahui bagaimana daun kratom bekerja dalam tubuh. Beberapa orang berpikir bahwa senyawa yang disebut mitragynine adalah bahan aktif utama yang ada di dalam kratom. Namun hal ini masih diteliti lebih lanjut lagi.

4. Memiliki efek stimulasi pada dosis rendah

Tidak seperti obat opiat yang memiliki efek sedatif, kratom justru memiliki efek stimulasi dengan dosis rendah dan efek relaksasi. Orang-orang yang menggunakan obat tersebut mengatakan, daun ini memberikan manfaat yaitu rasa sakitnya hilang, namun tidak membuat mereka pingsan.

5. Memiliki efek samping

Efek samping yang umum dari kratom ini mirip dengan opiat, yaitu sakit perut, muntah, gatal, dan sedasi ringan. Namun, risiko ini relatif lebih ringan daripada opiat. Tetapi risiko kematian yang dikaitkan dengan penggunaan kratom masih belum jelas. Hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.


Simak Video "Flakka, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi 'Zombie'"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)