Rabu, 16 Okt 2019 16:35 WIB

No Bra Day, Sebarkan Kesadaran Kanker Payudara atau Aji Mumpung?

Firdaus Anwar - detikHealth
Tujuan merayakan No Bra Day harus dievaluasi. (Foto: Dok. iStock) Tujuan merayakan No Bra Day harus dievaluasi. (Foto: Dok. iStock)
Jakarta - No Bra Day alias hari tanpa memakai bh yang diperingati tiap tanggal 13 Oktober sempat diusung untuk membawa pesan kepedulian terhadap kanker payudara. Namun demikian belakangan gerakan ini dinilai lebih didominasi gambar-gambar vulgar dibandingkan pesan yang bisa meningkatkan kesadaran.

Terkait hal tersebut psikolog klinis dewasa Linda Setiawati dari Personal Growth mengatakan perlu evaluasi sebenarnya apa tujuan dari No Bra Day. Bila dimanfaatkan dengan benar, sebetulnya bisa saja gerakan No Bra Day efektif tingkatkan kesadaran.


"Masing-masing individu supaya lebih paham ini tujuannya apa sih. Jadi jangan serta merta aji mumpung cari sensasi ingin dikenal mencuri kesempatan," kata Linda saat ditemui detikcom di klinik Personal Growth, Meruya, Jakarta Barat, Rabu (16/10/2019).

"Agak nyeleneh gitu karena agak ekstrem, ternyata narik attention bisa jadi salah satu strategi. Cuma harus dipahami dulu konteksnya. Perlu evaluasi bener enggak sudah tepat sasaran," lanjutnya.

Menurut Linda ketika masyarakat sudah benar-benar paham apa itu gerakan No Bra Day maka konten negatif yang beredar di media sosial bisa berkurang dengan sendirinya.

"Jadi mungkin promosi dan informasinya enggak cuma No Bra Day. Informasi di baliknya juga perlu disertakan," pungkasn Linda.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)