Kamis, 17 Okt 2019 16:10 WIB

Ramai Kasus Kecanduan Game, Hati-hati Jangan Termakan 4 Hoax Ini

Firdaus Anwar - detikHealth
Kecanduan game jadi masalah yang semakin sering dihadapi anak-anak. (Foto: Shutterstock) Kecanduan game jadi masalah yang semakin sering dihadapi anak-anak. (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Beberapa daerah melaporkan terjadi peningkatan pasien yang masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) karena kecanduan game. Sebagai contoh di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua Provinsi Jawa Barat dalam sebulan bisa menangani hingga 12 pasien kecanduan game yang sebagian besar usia anak-anak.

Menurut Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil, pemerintah daerah sedang berusaha mencari solusi mengurangi pemakaian gawai pada anak-anak. Istri Ridwan Kamil ini menyebut pemerintah akan membuat program Setangkai atau kependekan dari sekolah tanpa gangguan gawai.

"Itu akan kita luncurkan dalam waktu dekat," ucapnya.

Terkait maraknya kabar kecanduan game, di media sosial ikut ramai hoax seputar masalah ini. Mulai dari video yang menunjukkan anak kejang, skizofrenia, mata berdarah, hingga buta.

Berikut hoax terkait kecanduan game yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber:

1. Bikin kejang gangguan saraf

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial dihebohkan dengan video yang menampilkan seorang anak yang tubuhnya bergerak sendiri dan disebut sebagai dampak kecanduan bermain game. Keluarga si bocah membantahnya, dan bahkan keberatan dengan viralnya video tersebut.

Bocah dalam video tersebut adalah seorang pengidap Hemiballimus, sebut saja namanya U. Menurut Desy, kakak sepupunya, penyakit tersebut membuat kaki dan tangan U bergerak sendiri tanpa bisa dikontrol.

"Ternyata saat datang ke Puskesmas itu, ada yang merekam keadaan adik saya. Setelah itu disebarkan ke media sosial dengan mengklaim kalau 'U' sakit karena kecanduan game online," kata Dessy pada detikcom.



2. Bikin skizofrenia

Sempat heboh juga video menunjukkan seorang pria bernama Wawan yang dirawat di Yayasan Jamrud Biru. Wawan viral karena ia tampak tak merespons lingkungan sekitar hanya asyik menggerakkan jari seperti seolah-olah bermain game di ponsel.

Kabar soal Wawan diluruskan oleh pekerja sosial masyarakat (PSM) Gerak Cepat Bersama, Sri Pujiawati, yang pernah merawatnya sejak tahun 2016. Sri membantah kabar miring yang menyebut Wawan mengalami gangguan jiwa skizofrenia karena kecanduan game.

"Dia kena skizofrenia karena kedua orang tuanya meninggal. Dia jadi punya tingkat kecemasan yang tinggi, makanya tangannya seperti itu. Dia nggak kecanduan game," kata Sri.

3. Bikin mata berdarah

Ada unggahan di Facebook yang viral menunjukkan seorang anak mengalami perdarahan di bola mata disebut-sebut karena terlalu sering main gawai. Ahli mata dr Arini Safira Nurul Akbar, SpM, dari Jakarta Eye Center (JEC) Cinere meragukan kabar tersebut.

Menurut dr Fira jika dilihat berdasarkan foto yang beredar sekilas hal ini mirip dengan perdarahan pada subkonjungtiva mata. Hal ini bisa terjadi karena trauma, benturan, atau mengucek mata terlalu keras, bukan akibat bermain gawai terlalu lama.

"Jadi bisa saja karena kelamaan main gadget, matanya jadi kering dan gatal, lalu ngucek matanya terlalu keras, makanya perdarahan," paparnya.

4. Bikin buta

Surya Utama, remaja asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, viral di media sosial karena dirinya disebut mengalami kebutaan karena kecanduan game online. Ia sendiri mengaku dalam sehari bisa main game sampai lima jam.

Apakah benar kecanduan main game bisa menyebabkan kebutaan mendadak? Menurut beberapa ahli kesehatan mata jawabannya tidak.

dr Pinto Pulungan dari Rumah Sakit Mata, Sumatera Eye Center (SMEC), yang menangani Surya menjelaskan lebih jauh kalau kebutaannya disebabkan karena kondisi glaukoma. Penyakit tersebut tidak disebabkan permainan gawai atau alat komputer.

"Untuk pasien Surya ini dia memang murni glaukoma, tapi datang dengan sudah terlambat. Mungkin dia tidak ada keluhan selama ini. Sebenarnya penyakit ini bukannya datang tanpa keluhan, dan tiba-tiba buta, melainkan pasien yang tidak menyadarinya," kata dr Pulungan.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)