Minggu, 20 Okt 2019 11:01 WIB

Ciri-ciri Borderline Personality Disorder, Gangguan yang Diidap Ariel Tatum

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ariel Tatum mengaku mengidap borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang (Foto: Hanif/detikHOT) Ariel Tatum mengaku mengidap borderline personality disorder atau gangguan kepribadian ambang (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta - Artis belia Ariel Tatum mengaku pernah melakukan percobaan bunuh diri. Ia mengidap borderline personality disorder (BPD), gangguan kesehatan mental serius yang mempengaruhi emosi dan perilaku.

Gangguan yang disebut juga gangguan kepribadian ambang ini, menurut praktisi kesehatan jiwa dr Andri, SpKJ, berhubungan dengan perilaku menyakiti diri sendiri. Dalam banyak kasus, ini dilakukan untuk mengalihkan emosi yang dialaminya ke rasa sakit secara fisik.

Tipe kepribadian 'dependent' cenderung rentan mengalami kondisi ini. Perasaan tergantung pada orang lain membuatnya mudah merasa kecewa dan tersakiti apabila mengalami penolakan atau ada kebutuhan yang tidak terpenuhi dari orang lain maupun lingkungannya.

"Biasanya dia akan mencoba mencari cara melepaskan rasa sakit hati tersebut dan biasanya yang dia pilih adalah dengan menyakiti diri sendiri seperti menyanyat pergelangan tangan dengan silet atau membenturkan kepala ke tembok," jelas dr Andri di rubrik konsultasi detikHealth.



Dikutip dari Mayoclinic, ada beberapa ciri atau gejala yang bisa dikenali pada pengidap BPD. Di antaranya sebagai berikut:

- Kekhawatiran yang sangat kuat akan mengalami situasi terabaikan, tertolak, dan tercampakkan.
- Punya pola berhubungan yang labil dan intens. Misalnya mengagumi seseorang pada suatu saat, lalu tiba-tiba menganggapnya tidak peduli atau bahkan jahat.
- Peribahan yang sering terkait identitas diri dan citra diri, termasuk perubahan nilai dan tujuan hidup. Kadang menganggap diri sendiri jelek seperti tidak pernah ada.
- Mengalami masa-masa ketakutan terkait stres dan kehilangan kontak dengan realita.
- Menunjukkan perilaku impulsif dan berbahaya, seperti judi, berkendara ugal-ugalan, seks tidak aman, makan sembarangan, menyalahgunakan obat terlarang, dan sebagainya.
- Menunjukkan perilaku membahayakan diri sendiri dan bahkan upaya bunuh diri.
- Perubahan mood atau suasana hati yang cepat, dari sangat bahagia jadi gampang tersinggung dan gelisah tidak menentu.
- Selalu merasa kesepian.
- Marah-marah untuk sebab yang tidak jelas, nyinyir, dan bahkan sering berkelahi.

Bila mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jiwa. Bisa juga dengan menghubungi berbagai layanan konseling kejiwaan ketika muncul pikiran-pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.



Penyebab

Kenapa seseorang bisa mengalami borderline personality disorder (BPD)? Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhinya, meski secara pasti penyebabnya tidak diketahui.

1. Genetik
Beberapa penelitian pada saudara kembar dan keluarga menunjukkan bahwa BPD mungkin diturunkan dan berhubungan kuat dengan gangguan mental dalam keluarga.

2. Abnormalitas otak
Perubahan pada area tertentu di otak juga berpengaruh pada pengaturan emosi, kemarahan, dan perilaku impulsif. Senyawa tertentu di otak juga berpengaruh pada kontrol emosi.

Faktor risiko

Siapa saja yang berisiko mengalaminya? Beberapa faktor risiko berikut membuat seseorang rentan mengalaminya:

1. Punya kerabat yang mengalami BPD
Jika dalam keluarga ada kerabat yang mengalami BPD, maka kemungkinan untuk mengalami gangguan serupa juga lebih besar.

2. Masa kecil yang penuh tekanan
Pengalaman buruk di masa kecil bisa meningkatkan risiko mengalami BPD saat tubuh menuju dewasa. Masalah keluarga, kekerasan fisik dan seksual, termasuk dalam faktor risiko tersebut.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)