Senin, 21 Okt 2019 15:00 WIB

Diharamkan oleh Erdogan, Vape Dilarang Beredar dan Diproduksi di Turki

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi vape dilarang di Turki. Foto: iStock Ilustrasi vape dilarang di Turki. Foto: iStock
Jakarta - Rokok elektrik atau vape masih menuai kontroversi di seluruh dunia. Kini, Presiden Turki Tayyip Erdogan menegaskan tidak akan membiarkan perusahaan vape berdiri dan memproduksi produknya di Turki.

Dikutip dari Reuters, Erdogan telah meminta menteri perdagangannya untuk tidak pernah memberikan izin edar untuk vape. Ia juga mengatakan bahwa perusahaan tembakau akan meraup untuk menjadi lebih kaya.

"Mereka meminta sebuah tempat dan iizin untuk memproduksi itu (vape -red). Kami tidak memberikannya dan tidak akan," ujar Erdogan.

"Mereka ingin berinvestasi di Turki... Pergi dan buat investasi Anda di tempat lain," lanjutnya.



Erdogan melanjutkan, kaum Muslim yang beriman tidak menyukai alkohol dan rokok, itu lah yang mendesak orang Turki untuk berhenti melakukan keduanya. Maka dari itu pada 2013, pemerintah Turki melarang semua iklan, promosi, dan sponsor alkohol dan produk tembakau.

"Ayo buang rokok dan minum teh Rize (teh Turki). Saya tidak memberi saran, namun sebagai presiden, saya katakan pada orang-orang yang saya cintai bahwa itu (vape -red) haram," jelas Erdogan.

Di tahun 2016, sekitar 27 persen dari total populasi Turki yang berusia di atas 15 tahun merokok. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka itu menurun dari 31 persen di tahun 2010. Ketika vape tidak dilarang di Turki, maka orang-orang akan membelinya terus-menerus, baik langsung maupun melalui online.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)