Senin, 21 Okt 2019 17:08 WIB

5 Fakta Salak, Buah yang Trending karena Nia Ramadhani Tak Bisa Mengupasnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Nia Ramadhani jadi perbincangan karena tidak bisa mengupas kulit salak (Foto: Instagram) Nia Ramadhani jadi perbincangan karena tidak bisa mengupas kulit salak (Foto: Instagram)
Jakarta - Tiba-tiba Nia Ramadhani menjadi trending di Twitter gara-gara salak. Dihadapan suaminya, Nia mengaku tidak mengetahui cara mengupas kulit salak yang coklat dan tajam itu.

Orang Indonesia mana yang tidak tahu buah salak? Meskipun tajam di bagian kulit, daging buah dengan nama ilmiah Salacca zalacca itu banyak disukai oleh segala umur karena rasamnya manis dan sedikit asam.

Ingin tahu lebih jauh soal fakta-fakta salak yang tidak diketahui banyak orang? Berikut detikcom rangkum dari beberapa sumber:



1. Asli Indonesia

Indonesia salah satu negara yang kaya akan buah-buahan, salah satunya salak. Buah itu asli Sumatera Selatan dan Jawa Barat lho. Namun salak juga dibudidayakan di daerah lain, seperti Bali, Lombok, Maluku, dan Sulawesi.

Selain bisa dimakan langsung, buahnya juga kerap dijadikan manisan atau asinan. Di beberapa wilayah, itu menjadi buah tangan khas.

2. Bernutrisi tinggi

Salak bukan hanya enak rasanya, namun kandungan nutrisinya juga cukup tinggi. Seperti serat, protein, gula, kalium, zat besi, kalsium, fosfor, vitamin C, vitamin A, dan berbagai antioksidan ada di dalamnya.

Dalam 100 gram salak, terdapat 3,9 mgbesi, 0,2 mg vitamin B2, 8,4 mg vitamin C, 12,1 gr karbohidrat, 38 mg kalsium, 18 mg fosfor, 0,8 gr Ppotein, 0,8 gr protein, 0,4 gr total lemak dan 0,3 gr serat.



3. Bermanfaat untuk kesehatan

Karena bernutrisi tinggi, salak juga bermanfaat untuk kesehatan. Salak dipercaya dapat meningkatkan kesehatan penglihatan, mengoptimalkan pencernaan, meningkatkan energi, membantu upaya penurunan berat badan dan mengatur kadar gula darah untuk pasien diabetes.

4. Kulitnya juga bermanfaat untuk kesehatan

Bukan cuma buahnya, kulit salak juga bermanfaat untuk kesehatan dengan cara ekstrasi. Ekstrak kulit salak membantu mengobati diabetes karena memiliki unsur ferulic acid, pterostilbene, arginin, dan cinnamic acid derivatives.

Untuk mengonsumsinya, rebus kulit salak dan memanfaatkan air rebusannya. Minum 1 liter air rebusan kulit salak selama 2 minggu untuk mendapatkan manfaatnya.

5. Salak gula pasir adalah jenis salak termahal

Salak memiliki beberapa jenis, seperti salak pondoh, salak Bali, dan salak gula pasir. Tahukah bahwa salak gula pasir lah yang paling mahal di antara jenis salak yang lain. Ukurannya yang lebih kecil dibanding salak lain dan paling manis menjadikan nilai jualnya lebih tinggi.



Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)