Selasa, 22 Okt 2019 09:10 WIB

Hoax Seputar Kesehatan Makin Meresahkan, Ini Harapan untuk Menkes Baru Jokowi

Michelle Natasya - detikHealth
Kabinet baru Jokowi-Maruf Amin. Foto: Rifkianto Nugroho Kabinet baru Jokowi-Ma'ruf Amin. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Informasi di era digital saat ini semakin sulit dibendung. Banyak informasi yang seliweran di media sosial, tak terkecuali informasi hoaks.

Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Septiaji Eko Nugroho mengatakan, hoaks seputar isu kesehatan merupakan yang paling banyak ketiga setelah hoaks isu politik dan agama. Tahun 2018, ia mencatat terdapat kurang lebih 6 persen dari total 997 isu hoaks terkait kesehatan, obat, dan makanan di Indonesia.

Terkait masih banyaknya peredaran informasi hoaks terkait isu kesehatan di Indonesia, Septiaji berharap Menteri Kesehatan baru nantinya dapat menciptakan ekosistem bidang kesehatan yang lebih sadar akan dampak serius informasi hoaks.



"Saya rasa ekosistem untuk bidang kesehatan Indonesia harus menyadari bahwa isu hoaks ini berdampak serius pada masyarakat. Keputusan-keputusan yang diambil masyarakat itu berdasarkan informasi yang beredar di media sosial yang seringkali sumbernya tidak jelas dan tidak punya fakta ilmiah sama sekali tapi terlanjur dipercaya oleh mereka," ujar Septiaji saat ditemui detikcom, Senin (21/10/2019).

Menurut Septiaji, hoaks tentang kesehatan sama bahayanya dengan hoaks politik dan agama. Informasi kesehatan yang keliru dapat berujung pada pengambilan keputusan terkait kesehatan yang keliru pula.

"Karena hoaks yang membuat takut dan cemas jauh lebih cepet penyebarannya daripada berita yang benar," tegasnya.



Simak Video "Dokter Terawan Jadi Menkes, IDI Hargai Keputusan Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)