Selasa, 22 Okt 2019 12:00 WIB

Melahirkan di Rumah alias 'Home Birth' Seperti Kartika Putri, Adakah Risikonya?

Widiya Wiyanti - detikHealth
Kartika Putri memilih untuk melahirkan di rumah alias home birth. Foto: Palevi S/detikFoto Kartika Putri memilih untuk melahirkan di rumah alias home birth. Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta - Kartika Putri melahirkan anak pertamanya pada Jumat (18/10) lalu. Bukan di rumah sakit, Kartika melahirkan di rumah atau yang disebut home birth. Ia menyebut melahirkan di rumah merupakan sebuah keyakinannya sendiri.

"Jangan dicontoh ya karena ini memang berdasarkan keyakinan aku sendiri. Aku yakin bisa melahirkan anak di rumah sendiri," katanya.

Tidak dipungkiri bahwa melahirkan di rumah pastinya memiliki risiko yang dapat mengancam jiwa. Dikutip dari laman resmi National Health Service (NHS) Inggris, ada penelitian yang menemukan bahwa ada risiko komplikasi serius tiga kali lebih mungkin pada wanita yang melahirkan di rumah dibandingkan di rumah sakit.



Namun penelitian lain juga menemukan risiko yang lebih rendah pada melahirkan di rumah jika kehamilan ada pada kondisi aman, di mana ibu dan bayi tidak memiliki masalah yang dapat memicu komplikasi. Itu hanya terlihat pada 4,3 persen dari 1.000 kelahiran di rumah.

Dikutip dari WebMD, ada beberapa risiko yang dapat dialami baik ibu dan bayi saat melahirkan di rumah, seperti denyut nadi bayi yang melemah sebagai tanda indikasi kemungkinan komplikasi. Risiko terbesarnya, ada sekitar 2-3 kali lebih mungkin bayi meninggal tak lama setelah lahir.

Bayi atau ibunya bisa saja membutuhkan perawatan medis darurat misalnya terjadi perdarahan, namun tidak tersedia peralatan yang memadai jika di rumah.



Simak Video "Langka! Ibu Kulit Hitam ini Lahirkan Bayi Kulit Putih Dua Kali"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)