Rabu, 23 Okt 2019 10:16 WIB

Korsel Dorong Warga Berhenti Konsumsi Liquid Vape

Firdaus Anwar - detikHealth
Vape atau rokok elektrik kian populer. (Foto: Rengga Sancaya) Vape atau rokok elektrik kian populer. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Kementerian Kesehatan Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu (23/10/2019) mengeluarkan pernyataan "mengimbau kuat" publik berhenti mengonsumsi liquid vape. Hal ini menyusul beragam reaksi global tentang risiko kesehatannya.

Dikutip dari Reuters, Korea Selatan jadi negara berikutnya yang melakukan tindakan terhadap vape atau rokok elektrik setelah beberapa negara di dunia memilih menarik produk vape dari pasaran. Turki misalnya sama sekali melarang produksi dan peredaran vape.

Sementara itu Amerika Serikat bulan ini berencana untuk melarang semua produk vape dengan rasa. Ada kekhawatiran karena ternyata semakin banyak pengguna vape usia remaja.


Di Indonesia belum ada peraturan khusus yang mengatur vape kecuali cukai. Untuk itu Kementerian Kesehatan Indonesia mengaku tengah merevisi Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Kita butuh dukungan dari seluruh unsur penggiat. Upaya lain sedang merevisi PP 109 tentang pengamanan zat adiktif," ujar Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr Cut Putri Arinie saat ditemui detikcom beberapa waktu lalu.

dr Cut mengatakan bahwa wewenang soal izin edar vape bukan terletak pada Kemenkes, melainkan ada 32 lembaga kementerian lain yang memiliki wewenang di hulu. Kemenkes mengurus dampak yang diakibatkan oleh vape.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)