Jumat, 25 Okt 2019 11:05 WIB

Mulai Muncul Kasus Seperti di US, Korsel Akan Larang Vape

Firdaus Anwar - detikHealth
Penggunaan vape mulai dibatasi di beberapa negara. (Foto: Thinkstock) Penggunaan vape mulai dibatasi di beberapa negara. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kementerian Kesehatan Korea Selatan (Korsel) pada hari Rabu (23/10/2019) awalnya diberitakan mendorong warga untuk berhenti mengggunakan vape atau rokok elektrik. Namun belakangan otoritas setempat menegaskan bahwa mereka akan memperketat aturan vape dan melarang warga menggunakannya.

Menteri Kesehatan Korsel, Park Neung-hoo, menjelaskan hal ini berkaitan dengan mulai munculnya kasus penyakit paru seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Bulan Oktober 2019 pemerintah mendapat laporan seorang pria 30 tahun pengguna vape dilarikan ke rumah sakit akibat pneumonia.


"Situasi saat ini dianggap sebagai risiko serius bagi kesehatan masyarakat," kata Neung-hoo seperti dikutip dari Reuters, Jumat (25/10/2019).

"Anak-anak, remaja, wanita hamil, dan penderita penyakit paru-paru jangan pernah menggunakan rokok elektrik. Para non-perokok juga mulai sekarang berhenti menggunakan rokok elektrik," lanjutnya.

Neung-hoo mengatakan pihaknya akan mempercepat studi untuk bisa segera menemukan alasan ilmiah melarang penjualan vape. Pemerintah juga akan menguatkan cukai pada produk-produk vape impor.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)