Minggu, 27 Okt 2019 19:42 WIB

4 Fakta Penyakit Kuning pada Bayi, Kondisi yang Dialami Anak Kartika Putri

Rosmha Widiyani - detikHealth
Kartika Putri yang anaknya masuk rumah sakit karena sakit kuning. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Kartika Putri yang anaknya masuk rumah sakit karena sakit kuning. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Keluarga artis Kartika Putri dan Habib Usman bin Yahya tengah dirundung kabar kurang baik. Sebab sang buah hati yang baru saja lahir, Khalisa Aghnia Bahira, sedang jatuh sakit.

"Dari kemarin menguning, terakhir kami bawa ke rumah sakit, kami periksa ke dokter, langsung periksa darah. Belum bisa (pulang ke rumah), 2 x 48 jam," kata Habib Usman pada detikcom.


Menurut Habib Usman, bilirubin puteri pertamanya yang lahir pada (18/10/2019) mencapai 17. Berikut empat fakta soal kondisi kulit bayi yang menguning.

1. Kondisi apakah itu?

Kulit bayi yang menguning diakibatkan tingginya kadar bilirubin dalam darah. Kulit kuning ini sebetulnya kondisi fisiologis yang mulai timbul pada hari 2-3 dengan kadar yang rendah. Namun bila bilirubin lebih dari 10, bayi harus mendapat penanganan serius. Apalagi jika bayi berusia kurang dari 7 hari.

2. Penyebab

Hiperbilirubinemia terjadi karena keterbatasan kemampuan hati dalam mengolah bilirubin saat masih bayi. Bilirubin dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua seharusnya diolah hati, dikeluarkan lewat usus, yang mengakibatkan feses berwarna kuning.

"Pada bayi baru lahir, produksi bilirubin cenderung meningkat akibat ikatan antara bilirubin indirect dengan protein relatif kurang. Hal ini karena protein bayi baru lahir relatif kurang. Bilirubin indirect harus berikatan dengan albumin supaya bisa masuk ke hati," ujar dokter spesialis anak dr Aditya Suryansyah, SpA, dari RSAB Harapan Kita kepada detikcom beberapa waktu lalu.

3. Penanganan

Penyakit kuning biasanya muncul pada kehidupan minggu kedua bayi atau setelah 7 hari. Kondisi ini mencapai puncaknya sekitar hari ke-10 dari kelahiran bayi.

"Obatnya adalah dengan banyak minum air susu ibu (ASI). Ini bisa membantu pengeluaran bilirubin lebih cepat. Tindakan dengan obat-obatan sudah dihindari, dan terapi menjemur bayi saat pagi hari dapat membantu. Tapi jika kadar bilirubin sudah tinggi, terapi terbaik adalah dengan terapi sinar," kata dr Aditya.

4. Boleh dapat ASI

Bayi dengan kondisi yang menguning tetap harus mendapat ASI. Namun ASI diberikan sesuai frekuensi yang disarankan dokter, apalagi jika bayi sedang menjalani terapi sinar karena bilirubin lebih dari 10.

ASI mungkin dihentikan sementara, namun bukan berarti diganti susu formula selamanya. Hingga saat ini, ASI masih menjadi asupan terbaik bagi bayi yang baru lahir dengan kandungan nutrisi yang lengkap.

Simak Video "Apa Efek ASI Jika Diminum oleh Orang Dewasa?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)