Rabu, 30 Okt 2019 10:08 WIB

Awas Teler! 3 Fakta Lem Aibon yang Sedang Ramai Dibicarakan

Michelle Natasya - detikHealth
Perekat serbaguna yang sering disalahgunakan untuk mabuk (Foto: iStock) Perekat serbaguna yang sering disalahgunakan untuk mabuk (Foto: iStock)
Jakarta - Rencana anggaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2020 sedang menjadi buah bibir. Hal ini karena adanya temuan biaya untuk pengadaan lem Aibon sebesar Rp 82 miliar.

Anggaran fantastis itu sempat dipublikasikan di situs apbd.jakarta.go.id, tapi kemudian hilang. Dinas Pendidikan (Disdik) DKI menduga ada kesalahan ketik saat menginput anggaran ke situs.

"Ditemukan anggaran aneh pembelian lem aibon 82 milliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulannya. Buat apa?" tulis Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana dalam akun Twitternya, Selasa (29/10/2019).

Di kalangan anak jalanan, produk perekat serbaguna ini sempat populer karena disalahgunakan untuk mabuk. Uapnya memberikan efek melayang atau 'fly' sekaligus berisiko merusak sistem saraf di otak.



Berikut beberapa fakta mengenai lem perekat serba guna seperti lem Aibon yang lagi ramai dibicarakan :

1. Sering disalahgunakan untuk mabuk

Lem perekat serba guna seperti lem Aibon dan lem FOX sering disalahgunakan untuk mendapatkan sensasi 'high' atau mabuk. Hal itu disebabkan oleh adanya kandungan LSD (Lysergic Acid Diethilamide) di dalamnya. Biasanya perilaku ini disebut dengan 'ngelem' yakni menghirup uap lem hingga mabuk. Efeknya hampir mirip dengan jenis narkoba lainnya yakni menyebabkan halusinasi, sensasi melayang-layang dan rasa tenang sesaat meski kadang efeknya bisa bertahan hingga 5 jam sesudahnya.

2. Berbahaya jika terhirup, apalagi sengaja dihirup

Menghirup uap lem sangat berbahaya, sebab pada kadar tertentu bisa menyebabkan kematian mendadak. Sama seperti narkoba pada umumnya, efek ngelem akan menyerang susunan saraf di otak sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan otak sementara dalam jangka pendek risikonya adalah kematian mendadak atau Sudden Sniffing Death.

3. Penyalahgunaan bisa merusak sistem saraf

Salah satu komponen dalam inhalant yang berbahaya adalah pelarut solvent, yakni cairan yang mudah sekali menguap dalam suhu ruangan. Cairan ini biasanya dipakai sebagai pengencer dalam cat minyak (thinner), bensin, lem, dan tipe-ex. Uap pelarut solvent ini hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk mencapai kadar toksik. Sistem organ yang diserang adalah otak dan saraf, khususnya yang berhubungan dengan jantung dan pernapasan.



Simak Video "Pembalut Kok Buat Mabuk?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)