Rabu, 30 Okt 2019 12:30 WIB

Ketua IDI Angkat Bicara Soal Pemecatan Ilham Oetama Marsis oleh Jokowi

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Momen pertemuan Jokowi dengan Prof Ilham Oetama Marsis pada 2018 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Prof Ilham Oetama Marsis dari keanggotaan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI). Sebelum menjadi anggota KKI, ia menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2015-2018.

Pada tahun 2018, isu pemecatan Prof Marsis dari KKI mencuat ke publik yang sempat diajukan banding ke MA namun mendapat penolakan. Pemecatan Prof Marsis pun hingga kini menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Menanggapi, Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih mengatakan pemecatan tersebut dulunya diusulkan karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan rangkap jabatan. Padahal menurutnya ketua IDI bukan jabatan struktrural.



"Jadi begini, dulu diusulkan karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang rangkap jabatan, dianggap ketua IDI adalah jabatan strruktural. Pendirian kami, IDI itu adalah ormas sehingga pejabat di IDI bukan struktural," kata dr Daeng, sapaannya, saat dijumpai pada Rabu (30/10/2019).

"Ini kan beda penafsiran sebenarnya tetapi beda penafsiran ini berujung pada masalah administrasi pemerintahan. Karena itu sudah diputuskan, ya sudah. Cuman kami memohon untuk perbedaan penafsiran ini kalau bisa diklarifikasi," sambungnya.

Pun demikian, menurutnya keputusan pemberhentian ini bukan semata-mata perintah langsung oleh Presiden Jokowi. Jadi tidak ada hubungan antara narasi soal keterkaitan pemecatan dengan isu yang saat ini beredar di masyarakat.

"Itu isu yang tidak tahu siapa yang sampaikan, tapi tidak ada hubungannya dengan dr Terawan sebagai Menkes," pungkasnya.



Simak Video "IDI Sebut Tingkat Kematian Akibat Virus Corona Rendah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)