Rabu, 30 Okt 2019 15:12 WIB

Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat, Antrean Mengular Bakal Teratasi?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Terawan (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Iuran BPJS Kesehatan dipastikan naik pada Januari 2020 mendatang. Kenaikan iuran oleh beberapa masyarakat dianggap memberatkan karena tidak sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Sebab di beberapa rumah sakit, peserta BPJS Kesehatan kerap kali mengeluhkan antrean yang mengular dan berjam-jam serta menghambat proses pemeriksaan kesehatan.

Menteri Kesehatan RI, Terawan Agus Putranto, berujar soal antrean menumpuk di rumah sakit rasanya akan tetap terjadi selama jumlah yang berobat lebih besar dari kapasitas pelayanan rumah sakit.

"Semua kan tergantung jumlahnya, kalau yang mau mau berobat jumlahnya lebih besar dari jumlah kemampuan yang disediakan pasti antre," kata Menkes saat dijumpai di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Ia melanjutkan ke depannya kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan sejalan dengan perbaikan fasilitas dan pembangunan sarana rumah sakit. Jika BPJS Kesehatan bisa sukses meminimalisir defisit dan pembayaran ke rumah sakit berjalan lancar maka pelayanan otomatis akan mengalami perbaikan.



"Makanya kalau iklim investasi bisa jalan dengan pola-pola BPJS Kesehatan yang baik tanpa defisit, ya pasti akan terjadi pembangunan-pembangunan sarana lagi. Kalau pembangunan sarana itu ditambah, ya pasti antreannya akan berkurang, akan terurai sendiri lah," tambahnya.

Ia berharap kenaikan iuran tidak memicu anggapan negatif di masyarakat. Sebab pemerintah tetap menanggung pembayaran iuran terbesar sehingga penyesuaian iuran peserra mandiri tidak sebanyak yang seharusnya.

"Harus disadari dengan kenaikan iuran itu pemerintah tambah lagi memberikan subsidi, memberikan lagi kepada masyarakat besaran iuran itu. Karena otomatis kalau iuran naik kan pemerintah nambah anggarannya," pungkasnya.



Simak Video "Menkes Terawan Terbitkan Protokol COVID-19 untuk Konser"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)