Kamis, 31 Okt 2019 17:56 WIB

Benarkah Paparan Polusi Udara Bisa Sebabkan Kolesterol Tinggi?

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Foto: Istockphoto/Structuresxx Foto: Istockphoto/Structuresxx
Jakarta -

Kualitas udara DKI Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, pada Kamis (31/10/2019) sore ini, berdasarkan informasi dari situs penyedia data polusi udara AirVisual pukul 17.17 WIB, kualitas udara Jakarta berstatus tidak sehat bagi kelompok sensitif.

Meski tidak berpengaruh untuk warga yang tubuhnya fit dan sehat, namun katanya apabila terus-menerus terkena paparan polusi udara ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh sehingga berisiko terkena penyakit jantung. Benarkah demikian?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur penyebab utama tingginya kolesterol pada tubuh adalah dari makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Penyebab lain bisa karena penyakit bawaan, usia tua, obesitas dan faktor genetik.

"Polusi udara mungkin dihubungkan dengan asap rokok dan (kendaraan), di mana berbagai teori menjelaskan bagaimana hubungan langsung antara asap rokok maupun kendaraan dan polusi udara ini menyebabkan kolesterol jadi meningkat," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.

Menurut dr Muliaman ada juga beberapa ahli yang mengaitkan antara polusi udara dengan lemak darah khususnya penyakit jantung pembuluh darah. Misalnya Shanley dkk dari New York University 2018 dalam sebuah publikasinya di Majalah Epidemiology.

"Bahwa terdapat hubungan antara hampir 12.000 orang yang terpapar polusi udara dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, dislipidemia dan stroke. Hal ini terjadi karena plak yang meningkat pada kelompok yang terpapar polusi udara," jelasnya.

dr Muliaman menyebut memakai masker tentu sangat membantu mengurangi paparan polusi udara ini. Namun tentunya penggunaan ini tidak mutlak mencegah penyakit kardiovaskular atau jantung pembuluh darah ini.

Menurutnya, pola makanan adalah yang paling penting dan yang sangat menentukan tingkat kolesterol seseorang karena 80% tingkat kolesterol seseorang ditentukan oleh makanan dan sisanya antara genetik dan olahraga. "Jadi menjaga konsumsi makanan adalah hal yang utama dan sangat penting," jelanya.

Pilihlah kolesterol yang baik dan kalau memang sudah mengonsumsi makanan berlemak dan kadar kolesterolnya tinggi bisa dibantu dengan mengonsumsi Nutrive Benecol secara rutin 2x1 sehari setelah makan Tanpa tambahan gula pasir, Nutrive Benecol dengan kandungan Plant Stanol Esternya telah teruji bisa menurunkan kadar kolesterol hingga 10% dalam 2 minggu jika rutin dikonsumsi dan tentunya jangan lupa berolahraga.





Simak Video "Waspada! Polusi Udara Juga Bisa Terjadi di Dalam Ruangan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)