Jumat, 01 Nov 2019 11:15 WIB

Tentang Encephalitis dan Hypoalbumin, Kondisi yang Diidap Alfin Lestaluhu

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Alfin Lestaluhu (Foto: Instagram @bimasakti230176) Alfin Lestaluhu (Foto: Instagram @bimasakti230176)
Jakarta - Pemain tim nasional sepakbola Indonesia U-16, Alfin Lestaluhu meninggal dunia pada Kamis (31/10), kemarin. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 22.11 WIB di usia 15 tahun. Sebelumnya, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Kita dan sempat dikabarkan menjadi salah satu penyintas gempa Ambon pada September lalu.

Saat dipindahkan untuk dirawat dari Ambon ke Jakarta, kondisinya tak kunjung membaik, hingga jatuh koma dan meninggal. Menurut Media Officer PSSI Bandung Saputra, Alfin didiagnosis mengidap encephalitis dan hypoalbuminea.

Dikutip dari Mayo Clinic, encephalitis merupakan kondisi peradangan pada jaringan otak akibat adanya infeksi dari virus. Penyakit yang dikenal dengan radang otak ini bisa juga disebabkan oleh bakteri ataupun jamur yang bisa berkembang sangat serius saat menyerang tubuh.



Encephalitis dapat menyebabkan orang yang mengidapnya mengalami perubahan kepribadian, kelemahan tubuh, bahkan kejang-kejang. Meskipun tergolong penyakit langka dan mematikan, risiko kematian yang disebabkan penyakit ini cukup sedikit.

Banyak orang yang bisa sembuh total dari penyakit ini dengan menjalani perawatan, tergantung pada tingkat keparahan dan virus atau bakteri yang menyebabkannya.

Sementara hypoalbuminea, adalah kondisi saat kadar albumin (protein utama dalam darah yang diproduksi liver) dalam darah berada di bawah batas normal. Keadaan ini biasanya terjadi pada seseorang dengan penyakit kronis yang sudah lama dideritanya. Salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan hipoalbuminea adalah penyakit peradangan.

Kadar albumin dikatakan normal tergantung pada usia penderitanya. Namun, kadar normalnya berkisar antara 3,5 hingga 5,9 gram per desiliter (g/dl). Seseorang dapat divonis mengalami hipoalbuminea jika kadar albuminnya berada di bawah 3,5 g/dl.

Dikutip dari Healthline, hipoalbuminea yang umumnya disebabkan karena adanya peradangan dalam tubuh, dapat terjadi pasca tindakan operasi atau akibat dari sepsis serta luka bakar. Peradangan juga bisa terjadi karena pemasangan ventilator atau alat bantu napas, kurang asupan protein, kalori, vitamin, ataupun gangguan penyerapan nutrisi.



Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)