Jumat, 01 Nov 2019 14:23 WIB

Obat Herbal Ini Bisa Gantikan Ranitidine Atasi Masalah Lambung

Faidah Umu Sofuroh - detikHealth
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock
Jakarta - Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (Badan POM) telah menarik Ranitidine lantaran mengandung NDMA di atas 96 ng/hari. Setelah ditariknya Ranitidine, beberapa obat-obatan alternatif telah direkomendasikan oleh Badan POM. Tak hanya obat-obatan kimia yang direkomendasikan, ada juga obat herbal yang dapat mengatasi masalah lambung.

Menurut Direktur Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Dr Raymond Tjandrawinata, obat herbal bisa menggantikan obat kimia. Tentunya obat herbal tersebut telah melalui penelitian hingga serangkaian tes untuk dapat menyamai kemampuan obat kimia, seperti Ranitidine.

"Obat herbal bukan berarti jamu. Obat yang kami kembangkan ini telah melalui clinical trial sehingga bisa menggantikan Ranitidine," ujar Dr Raymond dalam keterangan tertulis.

Obat herbal yang telah dikembangkan Dexa Group melalui DLBS tersebut bernama Redacid (DLBS2411). Redacid terbuat dari bahan alami yang diambil dari kekayaan alam Indonesia.

"Redacid terbuat dari fraksi bioaktif dari Cinnamomum burmannii atau dalam bahasa Indonesia adalah kayu manis. Kami menggunakan bahan asli Indonesia," ungkapnya.

Obat Herbal Ini Bisa Gantikan Ranitidine Atasi Masalah LambungFoto: Dok. Dexa

DLBS membuat Redacid menggunakan teknologi TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System) untuk menghasilkan fraksi bioaktif dari kayu manis (Cinnamomum burmannii) yang lebih murni dibanding ekstrak biasa. Redacid bekerja secara langsung untuk menghambat aktivitas pompa proton yang berfungsi untuk memproduksi asam lambung.

Redacid juga sudah tersedia di apotek online terpercaya. Redacid dalam kemasan boks yang berisi 5 strip bisa didapatkan melalui apotek online GoApotik.

"Redacid juga memiliki potensi sebagai antioksidan sehingga dapat mengurangi jumlah radikal bebas, di mana radikal bebas ini ternyata juga berperan dalam proses terjadinya ulser atau tukak pada lambung," katanya.

Informasi mengenai Redacid dalam bentuk kaplet bisa dibaca di website atau aplikasi apotek online GoApotik di tautan ini atau dalam kemasan strip di tautan ini.

Pemerintah melalui Badan POM juga mendorong pengembangan obat herbal, bahkan fitofarmaka. Badan POM telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Jamu dan Fitofarmaka berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2019 yang disahkan pada 13 September 2019.

Pengembangan obat herbal bisa mengurangi ketergantungan impor bahan baku obat karena menggunakan kekayaan alam Indonesia. Obat herbal terdiri dari tiga golongan yakni Jamu, Obat Herbal Terstandar, dan Fitofarmaka. Lebih detail mengenai perbedaan tiga golongan ini bisa dilihat di situs guesehat.com.

"Kita punya sekitar 3.000 tanaman obat tetapi baru 23 produk yang masuk dalam kategori melalui uji klinik yang berkhasiat dalam pengobatan, dari 23 fitofarmaka tersebut 13 produk diproduksi oleh PT Dexa Medica," ungkap Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito pada acara syukuran 50 tahun Dexa Medica di Palembang.

Dexa Group melalui PT Dexa Medica pernah mendapatkan penghargaan Innovative Industrial Research and Development Institution (IIRDI) Award 2018 dari Kemristek Dikti pada 2018 silam berkat pengembangan riset obat modern asli Indonesia (OMAI).

Dilansir guesehat.com, pemerintah menilai Dexa Medica kerap melakukan penelitian dan pengembangan dengan memanfaatkan hasil litbang dari beragam perguruan tinggi negara. Dari kegiatan litbang tersebut, diciptakanlah produk-produk inovatif.

Sebelumnya Badan POM juga sudah merekomendasikan obat-obatan pengganti Ranitidine. Obat-obatan tersebut, di antaranya adalah Alumunium hydroxyde, Magnesium hydroxyde, dan Simethicone untuk golongan antasida; lanzoprazol, omeprazol, dan pantoprazole untuk golongan penghambat pompa proton; hingga obat-obatan lain dalam sediaan injeksi.

Selain obat-obatan yang terbuat dari bahan kimia di atas, Redacid bisa menjadi alternatif lain, yang berasal dari herbal jika pasien ingin mengganti Ranitidine dengan obat berbahan alami. Redacid mudah didapatkan di apotek terdekat di rumah Anda atau di apotek online terpercaya GoApotik. Selain di situs resminya, GoApotik juga dapat diakses melalui official stores di Tokopedia, Shopee dan juga Bukalapak.


Tautan pada artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Setiap transaksi yang terjadi atas pengiriman barang dan kualitas produk bukan tanggung jawab detikcom.

Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)