Minggu, 03 Nov 2019 06:16 WIB

Strategi Menko PMK Tekan Stunting di Bawah 20 Persen pada 2014

Angling Adhitya Purbaya - detikHealth
Ancaman stunting membayangi anak balita (Foto: Ari Saputra) Ancaman stunting membayangi anak balita (Foto: Ari Saputra)
Semarang - Permasalahan stunting menjadi salah satu program prioritas nasional yang dibahas Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy bersama para menteri hari Kamis (31/10) lalu. Menurutnya akan ada satuan tugas khusus untuk menanganinya.

Hal itu diungkapkan usai Lokakarya Penanggulangan Stunting di Hotel Patra Semarang. Dalam acara tersebut Muhadjir juga sempat menyampaikan kepada Ikatan Dokter Indonesia agar ikut membantu penanganan stunting di daerah terpencil tidak hanya di Papua.

Muhadjir mengatakan stunting ditetapkan sebagai program prioritas nasional dalam rangka menyiapkan generasi emas di 2045 atau 100 tahun Indonesia merdeka. Menurutnya penanganan stunting selama ini sudah ada dan bisa menurunkan persentasenya.

"Masih fluktuatif, masih sekitar 27 persen. Tetapi sebelumnya 37 persen. Target 2024 bisa di bawah 20 persen, Insyaallah," kata Muhadjir, Sabtu (2/11/2019).



Ia menjelaskan dalam acara tersebut banyak masukan yang didapat antara lain penyebab-penyebab stunting seperti kesalahan pada 1.000 hari pertama sejak anak dalam kandungan hingga usai 2 tahun hingga terkait sanitasi.

"Saya senang banyak yang memberikan masukan, ternyata stunting sangat kompleks. Tidak hanya karena gizi buruk atau salah urus di 1.000 hari anak, sejak dalam kandungan, ternyata juga karena sanitasi buruk. Masukan peserta akan jadikan dasar mengambil kebijakan," jelasnya.



Penanganan stunting, lanjut Muhadjir, perlu ada satuan tugas khusus dari kementrian yang ia naungi. Jika menyangkut kementrian di luar Menko PMK, maka akan dibahas antar Menko.

"Beberapa hari lalu sudah pertemuan antar menteri, akan koordinasi berjenjang setiap kementrian untuk tangani stunting, ada satuan tugas khusus. Kalau terkait kementrian di luar PMK akan koordinasi, misal sanitasi kan di bawah PUPR," katanya.

Mantan menteri Pendidikan itu juga menyebut Papua sebagai salah satu model solusi penganganan stunting karena jumlahnya masih tinggi. Maka menurutnya perlu tenaga besar untuk menangani stunting di Papua.

"Sesuai amanah Presiden, Papua akan dijadikan model solusi karena tingkat angka stunting yang tinggi," pungkas Muhadjir.



Simak Video "Moms, Kenali Tanda-tanda dan Pencegahan Stunting Pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/up)