Minggu, 03 Nov 2019 12:03 WIB

Polisi Tangkap 'Pocong' di Makassar, Ini Batasnya Prank Mulai Tak Lucu

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Prank pocong di Makassar (Dok. Istimewa) Prank pocong di Makassar (Dok. Istimewa)
Jakarta - Tim Penikam (Penindakan Gangguan Kamtibmas) Polrestabes Makassar baru saja menangkap dua orang remaja yang membuat prank hantu pocong pada Minggu (3/11). Keduanya membuat video prank untuk menakuti pengendara yang melintas di malam hari.

Mereka bermaksud akan membuat video untuk disebarkan di media sosial. Di YouTube dan media sosial lainnya, video prank sudah banyak beredar. Ada yang bikin ngakak, tapi tak sedikit yang dibuat kesal.

Prank termasuk dalam jenis permainan yang bertujuan untuk membuat suasana meriah dengan mengecoh orang lain melalui usaha mengaburkan logika dan realita, menurut psikolog Ni Made Diah Ayu Anggreni, MPsi.

"Hanya saja seringkali orang yang melakukan prank bersikap keterlaluan dan berlebihan tanpa sungguh-sungguh mempertimbangkan sejauh mana reaksi dari orang yang akan di-prank," ujar psikolog Veronica Adesla, MPsi dalam sebuah wawancara dengan detikcom.



Sebelum mengerjai orang dengan video prank, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa hal. Termasuk di antaranya adalah kamu mengenali karakter, situasi, serta kondisi sasaran prank dengan baik.

"Sehingga dapat mempertimbangkan dan memperhitungkan apakah prank yang dilakukan aman atau justru berbahaya untuk orang yang akan di-prank tersebut. Kalau berbahaya jangan dilakukan," saran Veronica.

Guna mencegah terjadinya hal buruk pada orang yang akan di-prank, Veronika mengingatkan agar membuat tindakan antisipatif. Tindakan tersebut contohnya adalah memberitahu si sasaran prank bahwa apa yang dialaminya hanya prank belaka ketika dia mulai terlihat panik atau ada emosi yang berlebihan.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)