Selasa, 05 Nov 2019 10:06 WIB

Gampang Baper Ketika Baca #LayanganPutus? Ini Kemungkinan Psikologisnya

Nurul Khotimah - detikHealth
Gampang Baper Ketika Baca #LayanganPutus? Ini Kemungkinan Psikologisnya. Foto: iStock
Jakarta - Menceritakan kisah pribadi ke ruang publik seperti media sosial (medsos) seolah menjadi hal yang biasa saja dilakukan setiap saat. Seperti cerita haru yang ramai di lini masa twitter dengan tagar #layanganputus. Kisah ini menceritakan perselingkuhan suami terhadap istrinya.

Namun setiap orang memiliki rasa kepekaan yang berbeda-beda. Ketika membaca cerita sedih tidak semua orang akan merasakan kesedihan yang sama pula.

Menurut Anastasia Satriyo, Psikolog di Tiga Generasi, ketika seseorang yang pernah mengalami perselingkuhan kemudian membaca cerita yang sama dan dia belum sembuh dari dukanya, secara psikologis dia akan mudah terpengaruh dengan cerita sejenis.

"Ternyata kalau yg pernah ngalamin diselingkuhin sama pasangan dan belum healing secara psikologis jadi ke-trigger (terpengaruh) baca cerita ini. Sementara saya netral-netral aja baca ceritanya dan lebih fokus sama sisi perjuangan si ibu,"jelasnya ketika dihubungi detikcom baru-baru ini.


Seolah ke-trigger dengan tiap cerita yang kita baca, ini menjadi perhatian khusus bagi kita. Karena ketika kita merasa ke-trigger bisa jadi apa yang dialami dalam cerita yang dibaca bersinggungan langsung dengan pengalaman kita.

Dengan begitu, setiap orang akan memiliki sikap yang berbeda meski dihadapkan dengan bacaan cerita yang sama. Pengalaman masa lampau yang berkaitan dengan apa yang dibaca bisa jadi memberi efek emosi yang sama dengan pemilik cerita. Pembaca akan merasa lebih dekat dengan cerita ketika ceritanya relate dengan pengalamannya.



Simak Video "Keresahan Dokter Perihal Thermo Gun yang Ditembak di Tangan "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)