Jumat, 08 Nov 2019 13:11 WIB

Payudara Kiri Manis dan Kanan Asin, Serta Berbagai Mitos ASI Lainnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Mitos-mitos seputar menyusui masih banyak dipercaya (Foto: iStock) Mitos-mitos seputar menyusui masih banyak dipercaya (Foto: iStock)
Jakarta - Mitos soal air susu ibu (ASI) banyak sekali berseliweran di kalangan ibu pejuang ASI, dan tidak sedikit pula yang memercayainya. Salah satunya adalah mitos soal payudara kiri menghasilkan ASI yang rasanya manis, sementara payudara kanan menghasilkan ASI yang rasanya asin.

Konselor laktasi, dr Ameetha Drupadi, CIMI dengan tegas mengatakan bahwa hal tersebut hanya mitos belaka. Kedua payudara tidak menghasilkan rasa ASI yang berbeda, justru ASI yang dihasilkan di lima menit awal lebih banyak mengandung vitamin.

"Di kedua payudara isinya sama-sama ASI. Asi awal lima menit pertama agak encer mamanya foremilk kandungan vitamin lebih banyak dari lemaknya. 10 menit itu hindmilk yaitu lebih banyak lemak," ujarnya pada acara Pembukaan Pameran Pembangunan Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan di BSD, Tangerang Selatan, Kamis (7/11/2019).



Foremilk atau disebut ASI depan terlihat lebih encer dan berwarna jernih yang kaya akan karbohidrat, vitamin, dan protein serta tinggi laktosa. Foremilk ini biasanya untuk mengatasi rasa haus bayi. Sedangkan hindmilk atau ASI belakang keluar pada sesi-sesi akhir menyusu. Hindmilk lebih kental dan mengandung lebih banyak lemak, sehingga hindmilk ini membantu mengatasi rasa lapar.

Selain mitos tersebut, mitos soal rasa ASI dipengaruhi oleh apa yang dimakan sang ibu juga banyak dipercaya di Indonesia. Misalnya sang ibu makan makanan pedas, maka sang bayi bisa mengalami mencret.

"Kalau ibunya makan pedes anaknya ikutan mencret sebenarnya nggak. Memang nutrisi ibu menyusui harus seimbang. Nggak usah khawatir," tegas dr Ameetha.



Ada pula mitos soal banyak tidaknya ASI yang keluar dipengaruhi ukuran puting dan ukuran payudara. dr Ameetha lagi-lagi menegaskan bahwa hal itu tidak benar.

"Jangan khawatir, ukuran puting juga nggak masalah. Karena menyusui bukan puting saja, tapi daerah areola. Areola kalau diisap semua ASI akan keluar," imbuhnya.

Areola adalah daerah gelap di sekitar puting payudara di mana di dalamnya ada kantung-kantung kecil tempat dibuatnya ASI yang disebut alveoli. dr Ameetha menambahkan, saat daerah areola diisap oleh bayi, maka kantung-kantung itu akan lebih banyak menghasilkan ASI.

Mitos apalagi yang banyak beredar di kalangan pejuang ASI? Yuk tulis di kolom komentar!



Simak Video "Bunda, ASI Eksklusif Bisa Lindungi Anak dari Kanker Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)