Sabtu, 09 Nov 2019 10:00 WIB

Sehari-hari Mengurusi Tinja dan Septic Tank, Berapa Bayaran Petugas Sedot WC?

Michelle Natasya - detikHealth
Apa kira-kira alasan seseorang mau menjadi petugas sedot WC? (Foto: Michelle Natasya/detikHealth) Apa kira-kira alasan seseorang mau menjadi petugas sedot WC? (Foto: Michelle Natasya/detikHealth)
Topik Hangat Cerita Pejuang Tinja
Jakarta - Tinja. Bagi sebagian orang mendengar kata ini saja sudah membuat jijik. Selain bentuknya yang tak beraturan, baunya yang semerbak bisa membuat mual.

Lalu, apa kira-kira alasan seseorang mau menjadi petugas sedot WC dan berurusan dengan tinja?

Ridwan (51) merupakan seorang pengelola sekaligus petugas sedot WC CV Indojasa Pratama Jakarta Barat. Ia membagikan alasannya mengapa memilih menjalani usaha sedot WC dan berurusan dengan tinja sejak tahun 2001.

"Awalnya mau usaha ini karena dulu masih jarang. Di Jakarta Barat nih saya doang nggak ada yang lain, makanya saya lihat ini celah," ucapnya pada detikcom, Jumat (8/11/2019).


"Lalu juga perumahan kan makin banyak, septic tank ini kan makin lama makin nggak berfungsi daya resapnya, jadi ya sedot WC nih apalagi musim hujan itu ramai peminatnya," tambahnya.

Di tempat Ridwan bekerja, kisaran biaya untuk sekali sedot WC paling murah Rp 350 ribu sampai Rp 2 juta tergantung dari berapa banyak tangki mobil yang dibutuhkan, panjang-pendek selang yang diperlukan, sampai tingkat kesulitan penyedotan tinja.

Meski demikian, Ridwan mengaku bayaran yang ia terima setimpal dengan pekerjaan yang lakukan. Meski harus tahan dengan bau tinja yang tajam menusuk hidung.

"Emang pekerjaannya kotor, makanya bayarannya juga harus tinggi," pungkasnya.



Simak Video "Ahli LIPI Larang Cek Septic Tank Pakai Api"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)
Topik Hangat Cerita Pejuang Tinja