Sabtu, 09 Nov 2019 19:02 WIB

4 Fakta Voyeurisme, Kemungkinan Terkait Temuan GoPro di Kamar Mandi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi 4 fakta voyeurisme, perilaku seks yang mungkin terkait temuan GoPro di toilet mahasiswi di Makassar. Foto: iStock Ilustrasi 4 fakta voyeurisme, perilaku seks yang mungkin terkait temuan GoPro di toilet mahasiswi di Makassar. Foto: iStock
Jakarta - Polisi kini tengah menangani kasus ditemukannya kamera GoPro dalam toilet mahasiswi di sebuah kampus di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam perkembangan selanjutnya, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku yang kini tengah diperiksa intensif.

"Memang diamankan terduga pelaku," kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mengatas Tambunan kepada detikcom pada Sabtu (9/11/2019).

Ulah pengintip lewat rekaman GoPro di toilet kampus di Makassar terbongkar pada awal Oktober. Namun pihak kampus baru melaporkan kasus ini ke polisi pada Jumat (8/11/2019).


Dalam dunia medis, kecenderungan mengintip tanpa sepengetahuan orang lain merujuk pada perilaku voyeurisme. Dikutip dari Healthline, biasanya orang yang diperhatikan berada di tempat yang seharusnya menjamin privasi, misal rumah atau wilayah pribadi lainnya. Orang yang diintip biasanya sedang melepas pakaian, tanpa busana, atau sedang melakukan kegiatan seksual.

Voyeurisme ternyata bukan kebiasaan yang terlalu asing di lingkungan umum. Berikut 4 fakta seputar perilaku ini.


1. Biasa dimulai pada usia remaja

Perilaku voyeurisme biasanya dimulai saat remaja atau dewasa muda. Dikutip dari situs MSD Manual, kebiasaan dengan ciri khas mengintip orang lain ini lebih banyak ditemui pada pria namun cenderung meningkat pada wanita.

2. Bisa dikatakan umum dengan kondisi tertentu

Voyeurisme dikatakan normal dan umum jika dilakukan dengan sepengetahuan orang yang diintip. Kecenderungan voyeurisme sendiri ditandai munculnya hasrat saat berfantasi melihat seseorang tanpa busana atau sedang melakukan hubungan seks.

3. Yang seperti ini bukan voyeurisme

Elemen kunci dalam voyeurisme adalah dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang diintip atau diamati. Artinya, melihat gambar atau video terkait seks yang beredar di internet bukan perilaku voyeurisme. Aktivitas tersebut tidak melibatkan pengamatan rahasia layaknya perilaku voyeurisme.

4. Waspada jika sudah mengganggu orang lain

Kebiasaan mengintip harus diwaspadai jika sudah mengganggu orang lain yang diamati diam-diam. Misal masuk terlalu dalam ke wilayah pribadi, merasa sangat terganggu jika tidak mengintip orang lain, tidak bisa mengendalikan diri terkait perilaku voyeurisme, dan sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Dalam kondisi ini, pelaku sebaiknya segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Simak Video "Begini Atasi Pertanyaan "Kapan Nikah?" "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)