Senin, 11 Nov 2019 17:15 WIB

Tiga Bayi Tewas Akibat Terinfeksi Bakteri Mematikan di Rumah Sakit

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi bayi di rumah sakit (Foto: thinkstock) Ilustrasi bayi di rumah sakit (Foto: thinkstock)
Jakarta - Tiga bayi tewas dan delapan bayi prematur sakit di Rumah Sakit Pennsylvania. Dalam kasus ini, diduga disebabkan oleh bakteri pseudomonas. Bakteri tersebut merupakan bakteri gram negatif, berkapsul, dan memiliki flagella sehingga bersifat motil atau bisa bergerak. Bisa ditemukan di alam, seperti tanah, air, tanaman, dan bisa di rumah sakit.

Geisinger Medical Center di Danville mengatakan, bakteri ini bersumber dari air yang ada di lingkungan rumah sakit. Kemudian menempel pada peralatan yang digunakan untuk melakukan donor Air Susu Ibu (ASI), di unit perawatan intensif neonatal.

Sejak ditemukannya bakteri tersebut melalui tes DNA yang dilakukan oleh spesialis infeksi, pihak rumah sakit beralih ke peralatan ukur dan donor ASI yang sekali pakai. Dikutip dari NBC News, pejabat rumah sakit menegaskan, untuk ASI yang dihasilkan sudah dibuktikan aman dari bakteri ataupun virus.



"Hingga saat ini, kami tidak lagi memiliki kasus baru untuk bayi yang sakit ataupun meninggal akibat bakteri pseudomonas, baik di NICU ataupun ruang rawat lainnya. Ini berlaku sejak adanya perubahan pada bagian peralatan yang sekali pakai," jelas wakil presiden eksekutif dan kepala medis Geisinger, dr Edward Hartle.

"Kami juga ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada keluarga karena insiden ini. Kedepannya, kami akan berusaha untuk memenuhi komitmen seperti yang kami jalankan selama ini. Kami juga akan terus meningkatkan apa yang dimiliki saat ini," imbuh dr Hartle.

Sementara itu, para orang tua dari korban telah mengajukan gugatan dan menuduh bahwa rumah sakit telah gagal melindungi anak mereka dari wabah bakteri tersebut. Sang pengacara korban, Matt Casey mengatakan, sebelum kasus ini satu bayi juga meninggal dengan sebab yang sama.

"Sebelumnya juga ada kasus yang sama di rumah sakit ini, tapi belum diketahui apakah bakteri mematikan itu juga berasal dari peralatan ASI juga atau bukan. Yang jelas, aspek pentingnya pihak kami harus membuktikan bagaimana proses pengendalian yang dilakukan pihak rumah sakit terhadap infeksi tersebut. Dan apa itu bisa berdampak jangka panjang atau tidak," katanya.



Simak Video "Anjing Penghibur yang Bikin Pasien Kembali Sehat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)