Senin, 11 Nov 2019 19:08 WIB

Cerita di Balik Kreasi Alat 'Detox' Kecanduan Gadget Anak UI

Nurul Khotimah - detikHealth
Nettox membantu proses detoks mereka yang kecanduan gadget. (Foto: dok: UI) Nettox membantu proses 'detoks' mereka yang kecanduan gadget. (Foto: dok: UI)
Jakarta - Kesehatan mental di Indonesia menjadi topik yang ramai disuarakan. Sama halnya dengan kesehatan fisik, kesehatan mental juga sama pentingnya. Banyak sekali kasus penurunan kesehatan mental yang terjadi, salah satunya disebabkan oleh penggunaan gadget.

Baru-baru ini tiga mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berhasil meluncurkan alat berbasis teknologi terapi untuk mengontrol kesehatan metal seseorang. Berawal dari rasa khawatir akan kecanduan gadget yang juga dialami oleh salah satu kerabat anggota tim yang masih kanak-kanak. Tiga mahasiswa ini berinisiatif untuk membuat alat yang mampu mengontrol tingkat penggunaan gadget. Alat yang dimaksud adalah Nettox Watch.

Nettox Watch atau "Internet Detox" sendiri menggunakan teknologi yang mampu mendeteksi penurunan kesehatan mental berpacu pada tingkat Heart Rate Variability (HRV). HRV dikoneksikan dengan aplikasi android (Screen Time) yang dikoneksikan melalui Bluetooth.

Irfan Budi Satria, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa pemberdayaan teknologi untuk mengatasi masalah kesehatan mental masih belum tereksplorasi meski teknologi kesehatan sudah maju. Oleh karenanya ia dan teman-temannya berinisiatif untuk mengembangkan teknologi di bidang ini dengan berbasis adiksi internet (kecanduan internet).


"Menurut saya, kecanduan gadget merupakan fenomena global di masa kini, dialami oleh banyak sekali orang dan mungkin oleh saya sendiri, yang menimbulkan perasaan bahwa kita tidak bisa apa-apa tanpa gadget kita. Gadget memberikan banyak sekali kemudahan dalam hidup kita, tapi over-reliance dengan gadget dapat menimbulkan banyak pengaruh, yang tergantung penggunanya, dapat berdampak bagi kepribadian dan kehidupan sehari-hari," ujar Irfan saat dihubungi detikcom baru-baru ini.

Umumnya, pengukuran tingkat adiksi internet dilakukan dengan metode tes klasifikasi yang bernama Chen Internet Addiction Disorder Scale Test. Namun masih banyak faktor biologis yang mampu mengukur tingkat kecanduan internet pada seseorang seperti mendeteksi HRV.

"Approach (pendekatan) yang kami lakukan adalah menggunakan sensor fisiologis yang membaca HRV untuk memprediksi kondisi mental pengguna, dan menggabungkannya dengan total screen-time penggunaan internet di gadget," pungkasnya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)