Selasa, 12 Nov 2019 17:34 WIB

Kapolsek Bersimpuh Lindungi Korban Amuk Massa dan Psikologi Aksi Heroisme

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Tangkapan layar video Kapolsek Cempa Pinrang Sulsel bersimpuh/ISTIMEWA Foto: Tangkapan layar video Kapolsek Cempa Pinrang Sulsel bersimpuh/ISTIMEWA
Jakarta - Di media sosial viral video yang menunjukkan Kapolsek Cempa Iptu Akbar Andi duduk bersimpuh memohon di antara massa yang membawa senjata tajam. Ia diketahui rupanya sedang berusaha melindungi penambang pasir dari amukan massa yang tidak suka terhadap aktivitas penambangan.

"Terus terang dulu saya punya kakak meninggal, sama, dalam kejadian kayak gini. Waktu saya kecil, saya punya kakak meninggal karena dianiaya beramai-ramai orang. Nah saya terinspirasi, seandainya ada orang yang selamatkan saya punya kakak seperti yang saya lakukan, mungkin saya punya kakak masih hidup," ungkap Akbar kepada detikcom.



Netizen memuji sikap Akbar yang tidak menggunakan kekerasan, rela menempatkan dirinya dalam bahaya untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Meski dirinya seorang polisi, hal tersebut dinilai tetap membutuhkan keberanian.

Kisah aksi heroik berkorban demi menyelamatkan orang lain bukan tidak mungkin dilakukan juga oleh orang biasa. Psikolog Robert Biswas-Diener dari Portland State University mengatakan sudah sifat manusia untuk mengambil risiko menolong yang sedang dalam kesulitan.

"Ini adalah sesuatu yang terjangkar karena sifat alami manusia, sifat dengan kecenderungan prososial," kata Robert dalam artikel khusus BBC, The Psychology of Heroism.

"Kita ingin membantu orang lain dan umumnya memang kita tertarik untuk membantu," lanjutnya.

Sikap saling membantu ini yang menurut Robert dapat mempererat ikatan komunal, menjadi kunci keberhasilan manusia sebagai suatu spesies.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)