Rabu, 13 Nov 2019 12:15 WIB

Bom Bunuh Diri Medan Bersuara Keras, Waspada Dampaknya Bagi Pendengaran

Rosmha Widiyani - detikHealth
Olah TKP usai ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Foto: Datuk Haris Molana Olah TKP usai ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Foto: Datuk Haris Molana
Jakarta - Bom bunuh diri meledak di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019). Warga setempat mengaku mendengar ledakan yang amat keras.

"Kami mendengar ledakan sekali. Sangat keras. Ada setengah jam yang lalu," kata seorang warga bernama Anugerah di Jalan HM Said Medan Perjuangan, Medan, kepada detikcom.


Dikutip dari situs American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), ledakan bom yang bersuara keras bisa berdampak buruk pada kemampuan pendengaran. Beberapa efek yang muncul adalah tinnitus dan gangguan pendengaran.

Efek tersebut diakibatkan cedera pada sel pendengaran, yang mengakibatkan penurunan kemampuan telinga bagian dalam dan tengah. Gangguan ini bisa berdampak jangka panjang atau pendek, bergantung pada kecepatan penanganan, lokasi korban, dan adanya cedera lain misal Traumatic Brain Injury (TBI).

Pemeriksaan kemampuan pendengaran biasanya memang tidak menjadi fokus penangan korban ledakan. Karena itu, bagi korban yang merasakan ada perubahan kemampuan dengar disarankan segera berkonsultasi pada dokter terkait. Semakin cepat ditangani, waktu pemulihan semakin singkat termasuk bila perlu penggunaan alat bantu dengar.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)