Rabu, 13 Nov 2019 17:45 WIB

Dampak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Peserta Turun Kelas Sampai Non Aktif

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Dampak Kenaikan Iuran BPJS, Banyak Warga Turun Kelas. (Foto: Pradita Utama) Dampak Kenaikan Iuran BPJS, Banyak Warga Turun Kelas. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan telah resmi ditetapkan oleh Presiden Jokowi dalam Perpres No 75 Tahun 2019. Kenaikan ini akan berlaku mulai Januari 2020 mendatang.

Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional, Tubagus Achmad Choesni, menyadari adanya polemik publik soal kenaikan iuran ini. Ia tak menampik bahwa akan ada beberapa dampak yang akan timbul menyusul kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Betul bahwa iuran naik memunculkan berbagai dampak. Tapi kita sudah memetakan poinnya," sebutnya saat dijumpai detikcom di Forum Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).


Adapun dampak dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan menurut DJSN antara lain:

- Peningkatan jumlah peserta non aktif
- Peserta pindah ke kelas yang lebih rendah
- Calon peserta enggan mendaftar

"Cuman yang harus kita perhatikan juga, dengan penyesuaian iuran, defisit teratasi dan saya yakin pelayanan peserta lebih baik. Karena penyesuaian iuran, kita bisa memastikan BPJS mengurangi masalah cashflownya," pungkasnya.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)