Kamis, 14 Nov 2019 16:00 WIB

Mayat Wanita Ditemukan Mengering di Brebes, Begini 'Mumi Alami' Terbentuk

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Mayat seorang wanita di Brebes ditemukan mengering seperti mumi alami (Foto: Dok Polsek Losari, Brebes) Mayat seorang wanita di Brebes ditemukan mengering seperti mumi alami (Foto: Dok Polsek Losari, Brebes)
Jakarta - Jasad seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengering di Brebes, Jawa Tengah, setelah dilaporkan hilang lima bulan sebelumnya. Kulitnya tidak terurai dan masih menempel di tulang seperti mumi.

Umumnya, mumi atau mayat yang diawetkan, dibuat dengan sengaja untuk tujuan tertentu. Orang Mesir kuno misalnya, melakukannya dengan balsem dan balutan kain pada jasad para bangsawan.

Meski jarang, mumi juga bisa terbentuk secara alami. Ini terjadi pada beberapa kasus yang ditemukan di pegunungan es atau di gurun. Kondisi ekstrem, baik sangat dingin maupun sangat kering, bisa menghambat proses penguraian sehingga jasad tetap utuh dalam waktu lama.

"Harus sangat kering, sangat basah, atau sangat beku, atau di ketinggian ekstrem," jelas David H Thomas, arkeolog dari American Museum of Natural History di New York City, dikutip dari Nytimes.



Mayat yang tergeletak di lingkungan kering dan gersang disebut bisa menjadi mumi dalam dua pekan, dan memakan waktu beberapa bulan dalam lingkungan tertutup. Di alam liar, bisa membutuhkan waktu hingga tiga bulan.

Normalnya, proses penguraian mayat terjadi ketika ada enzim tertentu mulai memecah sel di tubuh. Kondisi lingkungan yang ekstrem menyebabkan mayat kehilangan cairan dengan cepat sehingga enzim tersebut tidak bekerja.

Selain temperatur dan kelembaban, pH atau kadar keasaman lingkungan juga berpengaruh pada proses mumifikasi. Tollund man, mumi legendaris yang ditemukan di Denmark pada 1950, merupakan contoh terbaik mumi alami yang terbentuk di lingkungan rawa gambut yang asam. Sesuai tempatnya ditemukan, mumi ini dijuluki 'bog body'.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(up/fds)