Sabtu, 16 Nov 2019 10:22 WIB

Dua Warga China Terdiagnosis Wabah Pneumonik

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Dua orang di China terkena wabah pneumonik. (Foto: iStock) Dua orang di China terkena wabah pneumonik. (Foto: iStock)
Jakarta - Di China, dua orang telah didiagnosis mengidap wabah pneumonia. Pneumonik ini merupakan wabah yang paling menular dan satu-satunya yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Otoritas kesehatan setempat mengatakan, hal ini memicu kekhawatiran masyarakat tentang meluasnya wabah mematikan ini.

"Kedua pasien wabah tersebut telah mendapat perawatan yang tepat di institusi medis Distrik Chaoyang. Selain itu, mereka juga mendapatkan tindakan pencegahan serta pengendalian penyakit tersebut," jelas Pemerintah Kota Beijing melalui situs webnya.


Menurut Pusat Pengendalian Penyakit dan Pencegahan, wabah mematikan ini pada abad ke-14 telah menewaskan sebanyak 200 juta jiwa di Eropa. Ini terjadi setelah manusia digigit oleh hewan yang terinfeksi penyakit tersebut.

Dikutip dari US News, wabah pneumonia dapat berkembang dari wabah bubonik atau septikemia yang dapat menyebar ke paru-paru. Menurut CDC, itu merupakan satu-satunya bentuk yang dapat menyebar luas melalui orang ke orang.

Ada beberapa gejala yang muncul, yaitu demam, sakit kepala, lemah. pneumonia yang berkembang cepat, sesak nafas dan nyeri dada.

Untuk mengatasinya, antibiotik masih bisa. Namun, untuk orang yang gejala wabahnya sudah parah, harus segera berkonsultasi ke petugas medis setempat.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)