Senin, 18 Nov 2019 16:29 WIB

Ilmuwan Temukan Rahasia Orang Hidup Lebih dari 100 Tahun

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi umur panjang. Foto: thinkstock Ilustrasi umur panjang. Foto: thinkstock
Jakarta - Cukup jarang orang yang hidup mencapai usia lebih dari 100 tahun. Karenanya, para ilmuwan mencari tahu apa yang membuat seseorang bisa berumur panjang.

Dikutip dari Live Science, orang yang mencapai usia 110 tahun atau disebut 'supercentenarians' ternyata memiliki konsentrasi lebih tinggi dari tipikal tipe sel T helper yang sangat langka dalam darah mereka. Sel-sel ini mungkin melindungi tubuh dari serangan virus atau tumor.

"Kuncinya adalah memahami apa target alami mereka (sel T helper -red), yang dapat membantu mengungkapkan apa yang dibutuhkan untuk hidup sehat dan panjang," kata peneliti Kosuke Hashimoto, Nobuyoshi Hirose, dan Piero Carninci dalam penelitian gabungan.



Carninci dan Hashimoto sama-sama peneliti di Pusat Riken untuk Ilmu Kedokteran Medis Integratif di Jepang, sementara Hirose adalah seorang ilmuwan di Pusat Penelitian Medis Supercentenarian dari Keio University School of Medicine di Tokyo. Mereka dan rekan-rekannya menganalisis sel-sel kekebalan pada supercentenarians.

Karena supercentenarians cukup jarang ditemukan, bahkan di Jepang, mereka kesulitan mengumpulkan sampel. Penelitian pun difokuskan pada pengumpulan darah. Mereka pun mengisolasi sel-sel kekebalan dari tujuh supercentenarians dan lima partisipan yang berusia 50-80 tahun.

Para ilmuwan kemudian menggunakan metode canggih yang disebut transkriptom sel tunggal untuk mengetahui apa yang dilakukan masing-masing sel kekebalan. Metode ini mengukur RNA messenger yang diproduksi oleh ratusan ribu gen dalam sel.

RNA messenger adalah perantara yang menerjemahkan instruksi genetik DNA ke inti sel, yang menggunakan instruksi tersebut untuk membangun protein. Dengan membaca pesan RNA messenger, para peneliti dapat menentukan aktivitas masing-masing sel, mengidentifikasi secara efektif dan fungsinya.



Sampel pun menjaring lebih dari 41 ribu sel kekebalan dari tujuh supercentenarians tersebut dan hampir 20 ribu lebih dari subjek kontrol yang lebih muda. Sebagian besar sel kekebalan supercentenarians berasal dari subset yang disebut CD4 CTLs, sejenis sel T helper yang dapat langsung menyerang dan membunuh sel-sel lain.

"Ini mengejutkan, karena mereka umumnya tipe sel yang langka," tulis para ilmuwan.

Sel-sel ini lebih seperti 'komandan', memberi tahu sel-sel kekebalan lain apa yang harus dilakukan dengan melepaskan bahan kimia inflamasi yang disebut sitokin. Tetapi CT4 CD4 bersifat sitotoksik, artinya mereka mampu menyerang dan menghancurkan penyerang itu sendiri.

Biasanya hanya beberapa persen dari semua sel T helper adalah sitotoksik. Orang yang lebih muda dalam penelitian menunjukkan rata-rata hanya 2,8 persen. Tetapi dalam supercentenarians terdapat sekitar 25 persen.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences ini membuktikan bahwa sel-sel kekebalan adalah penyebab langsung seseorang memiliki umur yang panjang. Sejak itu, para peneliti terus menganalisis darah supercentenarians yang juga menunjukkan pola kekebalan yang sama.

"Orang mungkin berharap menemukan beberapa antigen kanker atau protein virus, tetapi ini semua berspekulasi sekarang. Namun, kami berharap untuk menjelaskan lebih lanjut mengapa manusia ini dapat hidup dalam kesehatan yang sangat baik untuk waktu yang lama," pungkas para peneliti.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)