Selasa, 19 Nov 2019 12:30 WIB

Merokok Tiap Hari, Tangan Wanita Ini Jadi Seperti 'Babat' Sapi Tanda Kanker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi babat sapi, seperti kondisi wanita yang telapak tangannya seperti babat. Foto: iStock/Thinkstock Ilustrasi babat sapi, seperti kondisi wanita yang telapak tangannya seperti babat. Foto: iStock/Thinkstock
Jakarta - Seorang wanita dari Sao Paulo, Brazil mengunjungi klinik dermatologi mengeluh tangannya gatal dan ada lesi yang menyakitkan. Dokter mendiagnosisnya dengan istilah 'tripe palms' atau kulit yang mirip dengan babat, lapisan perut sapi, kambing, atau domba.

Dikutip dari Daily Mail, gejala tangannya seperti babat itu terjadi sejak sembilan bulan sebelum wanita yang tak diketahui namanya itu memeriksakan diri ke dokter. Dilaporkan pula, wanita itu memiliki kebiasaan merokok satu bungkus per hari selama 30 tahun.

Telapak tangan babat itu dikenal sebagai acanthosis palmaris atau pachydermatoglyphia, yang merupakan salah satu tanda dari kanker paru-paru jenis adenokarsinoma. Dan benar, setelah menjalani CT scan dan biopsi, wanita itu mengidap kanker di bagian paru-paru kirinya dan pembesaran kelenjar getah bening di daerah dada.



Teori menyebutkan, sekresi kanker merangsang hormon pertumbuhan yang menyebabkan sel-sel kulit di telapak tangan berkembang biar, yang akhirnya menjadi seperti babat.

"Pemeriksaan fisik menunjukkan demarkasi tajam lipatan-lipatan di garis tangannya seperti penampilan beludru dari permukaan palmaris dan kulit yang bergerigi," tulis para dokter dalam jurnal yang dipublikasikan dalam The New England Journal of Medicine.

Wanita itu pun menjalani kemoterapi, namun dokter menyatakan tingkat keberhasilan untuk kelangsungan hidupnya bergantung pada keagresifan kanker tersebut. Dan untuk telapak tangan babatnya, dokter mengatakan tidak ada perawatan khusus.

"Lesi-lesi pada tangan dapat sembuh dengan pengobatan kanker yang mendasarinya," ungkap para dokter.

"Namun, lesi pada pasien ini tidak menurun dengan kemoterapi atau dengan penerapan 10 persen salep yang mengandung urea," pungkasnya.



Simak Video "Imunoterapi, Terobosan Pengobatan Baru untuk Penderita Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)