Selasa, 19 Nov 2019 12:47 WIB

Mendagri Tito Ingin Beri Rangking Kepala Daerah Soal Kota Sehat

Firdaus Anwar - detikHealth
Mendagri Tito Karnavian (Foto: Lamhot Aritonang) Mendagri Tito Karnavian (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ingin ada sistem yang memberikan peringkat kota sehat mulai dari yang terbaik hingga terburuk di Indonesia. Tujuannya sebagai penilaian, sejauh apa kerja pemerintah daerah untuk mensejahterakan rakyatnya.

Berbicara dalam acara penghargaan Swasti Saba untuk kota sehat, Mendagri Tito menyebut harusnya ada juga 'penghargaan' untuk kota tidak sehat. Alasannya agar para pemegang kebijakan lebih peduli terhadap masalah kesehatan di daerahnya, menghindari risiko mendapat sanksi sosial dan moral.

"Saya tadi menyampaikan bahwa ada yang perlu diperbaiki. Indeksnya jangan cuma penghargaan kepada mereka yang berprestasi, (sekarang) 177 dari 514 kabupaten kota. Tapi buat rangking dari nomor satu yang paling sehat sampai yang paling tidak sehat sehingga bisa memacu," kata Tito usai memberikan penghargaan Swasti Saba pada 177 bupati dan wali kota di lingkungan kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).



"Ada yang mungkin enggak peduli 'ah saya enggak dapat penghargaan enggak ada sanksinya toh'. Kalau dibuat rangking kabupaten sendiri, kota sendiri, nanti yang paling bawah bisa kena sanksi moral dan sanksi sosial. Apalagi pilkada kita adalah pilkada langsung yang dipilih oleh masyarakat," lanjutnya.

Peringkat kota sehat ini bisa dinilai oleh beberapa indikator mulai dari kebersihan, kesediaan layanan kesehatan, tenaga kesehatan, program kesehatan, hingga ruang terbuka. Di tahun 2019 ini ada 117 kabupaten/kota dan 6 provinsi yang menerima penghargaan Swasti Saba.

"Jadi ke depan saya meminta tidak hanya yang berprestasi tapi rangking dari para kepala daerah," pungkasnya.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)