Selasa, 19 Nov 2019 17:00 WIB

'Makhluk Gaib' Bikin Siswa SMP Jombang Kesurupan, Ini Kata Ahli Saraf

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Puluhan siswa SMP di Jombang kesurupan. Foto: Enggran Eko Budianto Puluhan siswa SMP di Jombang kesurupan. Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Puluhan siswa di SMPN 1 Perak, Kabupaten Jombang, mengalami kesurupan hingga harus di rukyah. Dipercaya, hal ini terjadi karena ulah beberapa siswa yang bermain kuda lumping dan bantengan di area sekolah.

Kepala SMPN 1 Perak Kiswari mengatakan, siswanya baru kali ini mengalami kesurupan. Menurutnya, kejadian yang terjadi sejak Rabu (13/11) hingga Senin (18/11) tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Namun, beberapa pendapat mengatakan hal ini terjadi karena pikiran siswa yang kosong dan permainan yang dimainkan mengundang makhluk gaib.

"Anak-anak banyak yang ikut kegiatan di luar sekolah yang ada nuansa mendatangkan seperti ini (makhluk gaib). Di ruang kelas kami temukan jepaplokan (topeng berbentuk ular biasa dipakai dalam kesenian kuda lumping dan bantengan). Ada beberapa anak yang membawanya dan ditaruh di ruang kelas. Namun, kami tidak bisa membuktikan karena barang gaib," katanya pada Selasa (19/11).

Pada dasarnya, kesurupan merupakan proses neuropsikologis yang melibatkan beberapa sirkuit di otak. Di dalam ilmu kedokteran psikiatri (kesehatan jiwa), kondisi ini ditandai dengan adanya perubahan identitas pribadi dari orang tersebut.


Menurut dokter bedah saraf dari Rumah Sakit Mayapada, dr Roslan Yusni Hasan, kesurupan diartikan sebagai trans disosiasi yang merupakan suatu gangguan kejiwaan pada seseorang. Gangguan ini disebut juga dengan 'Dissociative Trance Disorder' (DTD).

"DTD itu gangguan, ya gangguan kejiwaan. DTD itu tidak disengaja dan tidak dikehendaki, yang memicu adalah konflik dalam jiwa dan mental," jelas dr Ryu, sapaan akrabnya pada detikcom beberapa waktu lalu.

dr Ryu menjelaskan, menurut ilmu psikiatri klasik, keadaan ini dipicu karena adanya tekanan mental atau sosial yang masuk ke bawah sadar dan gagal diatasi oleh individu tersebut. Hal ini akan membuat orang yang sedang kesurupan tidak bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi.

"Ini menyebabkan orang yang kesurupan dapat bertindak lepas kontrol, hilang kesadaran akan sekitarnya, tidak bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi, serta perubahan pada nada suaranya," papar dr Ryu.


Simak Video "Begini Atasi Pertanyaan "Kapan Nikah?" "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)