Rabu, 20 Nov 2019 06:00 WIB

Round Up

Meninggalnya Cecep Reza 'Bombom' dan Serangan Jantung di Usia Muda

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Jenazah Cecep Reza Bombom (/ Pingkan A) Jenazah Cecep Reza 'Bombom' (/ Pingkan A)
Jakarta - Mantan artis cilik Cecep Reza atau kerap dikenal dengan perannya sebagai Bombom di sinetron 'Bidadari' meninggal dunia. Ia meninggal di usia yang terbilang cukup muda yaitu 31 tahun.

Menurut penuturan adiknya, Rizky, kakaknya meninggal dunia saat dalam posisi tertidur. Selain itu, Barbie Kumalasari yang merupakan salah satu rekannya dalam sinetron yang sama, mendapat kabar dari Vanessa Angel. Dari kabar tersebut menyebutkan, Cecep diduga meninggal karena serangan jantung.

Menurut ahli jantung dr Ayuthia Putri Sedyawan, SpJP saat dihubungi detikcom pada Selasa (19/11/2019), serangan jantung tak hanya menyerang usia tua, namun juga usia muda dan bisa tanpa gejala sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa serangan jantung bisa terjadi karena beberapa faktor risiko tertentu dan bukan berarti harus memiliki semua faktor risiko.

Sehingga orang yang tak memiliki riwayat keluarga penyakit jantung pun bisa juga terserang penyakit mematikan ini. Faktor risikonya antara lain seperti merokok, tekanan darah atau gula darah tinggi, kolesterol tinggi, riwayat keluarga dengan penyakit jantung koroner, obesitas, stress, dan lain-lain.



Sang mertua, Tuti Herawati mengatakan Cecep mengidap sakit jantung diduga karena kelebihan berat badan dan keturunan. Ia juga menyebutkan Cecep sempat menjalani diet.

"Keluhan ya karena dia overweight ya, dia diet gitu aja, ya memang selama ini dia sudah berusaha untuk diet, sudah ngobrol sama aku pengin agak kurus, memang sudah ada perubahan, tapi memang keturunan," ujar Tuti.

Dihubungi terpisah, ahli jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menjelaskan bagaimana seseorang bisa terkena serangan jantung saat tertidur. Ada tiga penyebab yang bisa menyebabkan orang muda meninggal mendadak, yakni serangan jantung, kedua gangguan irama jantung, dan pecah pembuluh darah.

"Nah ini masih kemungkinan (penyebabnya) dari segi jantung. Karena di Indonesia kan tidak dilakukan autopsi, jadi tidak bisa diketahui penyebab pastinya. Jika memang penyebab kematian almarhum karena jantung, tiga kemungkinan ini bisa saja terjadi. Mungkin karena ia sebelumnya tidak pernah merasakan, menyadari, atau mengatakan keluhan yang dirasakan, yang bisa saja jadi tanda-tanda penyakit jantung," jelasnya.



Kepada detikcom, dr Dafsah Juzar, SpJP(K) dari RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita menjelaskan bahwa cardiac arrest terjadi ketika jantung berhenti berdenyut sehingga tidak menghasilkan nadi. Gejala yang teramati adalah pasien tidak sadarkan diri.

Berbeda dengan cardiac arrest, serangan jantung terjadi ketika aliran darah menuju jantung mengalami sumbatan. Jika tidak segera teratasi, jantung akan kekurangan oksigen dan sel-selnya akan mati lalu rusak. Makin lama tak tertangani, makin fatal kerusakannya.

"Untuk mencegah hal ini terjadi, diet saja tidak cukup. Yang terpenting adalah rutin melakukan medical check dan menjalani rekam jantung. Ini diperlukan agar kita mengetahui jantung kita dalam keadaan sehat atau tidak," kata dr Vito.

Saat dihubungi secara terpisah, ahli jantung lainnya, dr Ayuthia Putri Sedyawan, SpJP, juga memberikan tips sehat untuk jauh dari penyakit jantung.

"Tips dari saya itu cukup SEHAT. Seimbangkan gizi, Enyahkan rokok, Hadapi stres dengan baik, Awasi tekanan darah, dan Teratur berolahraga," imbuhnya.



Simak Video "RSUD Banjar Layani Penyakit Jantung Peserta BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)