ADVERTISEMENT

Kamis, 21 Nov 2019 11:10 WIB

Korsel Punya Tim Khusus Pantau Konten Porno, Ini Tugasnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pemerintah Korea Selatan punya 16 unit pemantauan kejahatan digital seks. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta - Pornografi tetap eksis karena banyak orang yang sayangnya masih mencari untuk memenuhi kebutuhan seksual. Tak bisa dipungkiri, bisnis porno online makin masif sejalan dengan perkembangan teknologi.

Meski ada bisnis pornografi yang bersifat legal ada juga pornografi yang tidak manusiawi seperti spycam, pornografi anak, revenge porn, yang kadang diposting tanpa diketahui oleh korban sehingga menimbulkan trauma mendalam.

Untuk meminimalisir kejadian tersebut, pemerintah Korea Selatan membentuk 16 unit pemantauan kejahatan digital seks yang dibentuk oleh Korea Communications Standards Commission (KCSC). Tugas utama tim ini adalah mengawasi konten porno di internet setiap hari.

Bukan, pekerjaan ini bukan pekerjaan cabul. Tim ini fokus pada video spycam yang diambil oleh pria cabul untuk memata-matai wanita di toilet, ruang ganti, sekolah, dan lainnya. Mereka bahkan bekerja 24 jam sehari.


Selain spycam, mereka juga fokus menghapus revenge porn yang diposting oleh mantan pacar yang cemburu, atau sesat, setelah mereka putus. Pekerjaan ini tentu tidak mudah, melihat konten pornografi setiap hari sangat berdampak pada kesehatan mental mereka.



Salah satu anggota tim yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku ia tidak bisa lagi melihat wanita dengan cara yang sama setelah bekerja. Akhirnya ia hanya menunduk jika berjalan. Lainnya bercerita betapa terkejutnya ia di hari pertama bekerja.

"Saya melihat banyak gambar provokatif yang seumur hidup belum pernah saya lihat," katanya dikutip dari World of Buzz.

Konten ini biasanya ditemukan di Twitter dan Youtube. Tim tersebut mencari tagar yang relevan dalam bahasa Korea. Jika menemukan video yang dicurigai, mereka bisa langsung menghapusnya.


Sayangnya, sebagian besar situs di-host oleh server luar negeri sehingga yang bisa mereka lakukan hanya meminta layanan internet domestik untuk memblokir akses ke situs tersebut. Salah satu hal terbaik yang mereka lakukan adalah memiliki hotline di mana para korban dapat langsung membuat laporan.

Di Korea Selatan, membuat film atau mendistribusikan video tanpa persetujuan dapat membuat seseorang dipenjara 5 tahun, tetapi sayangnya, sebagian besar orang-orang ini hanya mendapatkan denda.

Menurut sekretaris jenderal KCSC, beberapa orang menemukan pemantauan ini sebagai "pelanggaran kebebasan", tetapi ia memiliki tanggapan singkat namun tegas terhadap orang-orang rendahan ini.

"Ketika saya mendengarkan klaim seperti itu, saya bertanya kepada mereka: Apakah Anda akan mengatakan hal yang sama jika itu adalah istri atau anak perempuan Anda?" sebutnya.






Simak Video "Tanda-tanda Anak Kecanduan Nonton Porno"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT