Jumat, 22 Nov 2019 11:06 WIB

Pentingnya Protein untuk Menjaga Sistem Imun di Usia Senja

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Protein sangat penting bagi tubuh, yakni sebagai pertumbuhan dan perkembangan setiap sel dalam tubuh. Protein juga penting untuk menjaga kekebalan tubuh lansia.

Bersumber dari Kaiser Health News, sebuah studi tahun 2018 pada lebih dari 2.900 lansia selama 23 tahun, menunjukkan mereka yang makan protein terbanyak 30 persen, lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami gangguan fungsi daripada mereka yang makan dalam jumlah paling sedikit.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, selain protein tentunya ada nutrisi lain yang juga membantu daya tahan tubuh lansia, seperti nutrisi mikro zink, vitamin C, selenium dan sebagainya. Tapi hanya di butuhkan dalam jumlah sedikit.

"Sedangkan protein adalah nutrisi makro. Jadi dibutuhkan dalam jumlah yang banyak dan yang paling berperan penting," jelas dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.


dr Muliaman menambahkan, protein memiliki banyak manfaat bagi lansia seperti mencegah penuaan dari sel-sel tubuh, pembentukan hormon, mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang. Selain itu juga tentunya untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah diserang penyakit, terutama penyakit infeksi dan inflamasi.

"Protein tinggi juga diperlukan untuk mempercepat proses penyembuhan baik dari luka maupun dari kondisi sakit baik infeksi atau setelah dirawat," tambahnya.

Adapun kadar protein yang dibutuhkan, menurut dr Muliaman, itu sangat tergantung dengan berat badan, bukan terhadap usia. Pada anak muda dan orang dewasa, biasanya adalah 1 gr/kg berat badan. Artinya, jika berat badannya 60 kg, maka dibutuhkan protein 60 gr per hari.

Protein bisa didapat dari makanan sehari-hari seperti susu, telur, daging, ikan, tahu dan tempe. Tapi terkadang kita sulit untuk menghitung kadar proteinnya.

"Pada susu biasanya kadar protein biasanya hanya 7 gr atau malah kurang. Tapi untuk susu tertentu seperti Entrasol Senior maka kadar proteinnya mencapai 12 gr/serving," ujar dr Muliaman.

Adapun bagi lansia, lanjut dr Muliaman, biasanya akan lebih membutuhkan protein yang siap saji seperti protein susu yang kayak whey di mana asam amino yang sudah siap saji. Karena setelah seseorang mengonsumsi makanan mengandung protein, maka akan dipecah menjadi asam amino.

"Semakin tinggi kadar proteinnya, maka semakin tinggi level asam aminonya," jelasnya.


Karena itu, konsumsi susu dengan protein dan kualitas tinggi seperti Entrasol Senior yang merupakan nutrisi khusus untuk lansia. Entrasol Senior mengandung tinggi protein dengan kualitas yang baik dan akan membantu lansia agar tetap sehat, daya tahan tubuh kuat dan mempercepat proses recovery penyembuhan dari sakit.

Selain itu, Entrasol Senior juga rendah laktosa, sehingga bagi lansia yang tidak tahan susu yang biasanya menyebabkan kembung atau begah akan dapat mengonsumsi susu tersebut dengan nyaman. Entrasol Senior dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro seseorang di usia 60 tahun ke atas.

Simak Video "Mau Makan Banyak Tapi Tetap Kurus?"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)