Sabtu, 23 Nov 2019 14:08 WIB

Ahli Terapi Ruqyah Sebut Pelaku Pamer Saldo ATM dan Lempar Sperma Perlu di-Ruqyah

Nurul Khotimah - detikHealth
Ilustrasi membaca Al-Quran, pelaku pamer ATM dan lempar sperma perlu diruqyah. Foto: iStock Ilustrasi membaca Al-Qur'an, pelaku pamer ATM dan lempar sperma perlu diruqyah. Foto: iStock
Jakarta - Belakangan ini viral tren pamer saldo ATM artis yang ramai diperbincangkan karena terkesan pamer dan berlebihan. Selain itu, ada juga pelaku lempar sperma yang dikaitkan dengan gangguan jiwa.

Menurut praktisi ruqyah Muhammad Hafidz, perilaku itu bisa dihilangkan dengan terapi ruqyah. Jika biasanya ruqyah identik dengan pengusiran jin lewat doa-doa, kali ini juga dibarengi dengan terapi psikis.

Artinya kondisi seseorang didiagnosa dengan pendekatan mental. Menyelesaikan persoalan yang ada dengan konseling terlebih dahulu sebelum dibacakan doa-doa untuk mengeluarkan jin yang ada dalam tubuh pasien.

"Karena perilaku itu pertama mereka harus dijelaskan itu salah, nah susahnya psikis begitu. Nah kalau gangguan jin nggak usah make diagnosa jinnya keluar selesai, orangnya berubah. Tapi kalau psikis nggak, karena masalahnya ada di orangnya bukan jinnya. Jin ini masuk karena ada celah di orangnya," kata Hafidz saat dihubungi detikcom baru-baru ini.


Menurut Hafidz, ruqyah tidak hanya untuk mengeluarkan makhluk gaib akibat kesurupan. Setiap perilaku yang menyimpang dari syariat juga perlu ditangani dengan ruqyah. Karena setiap perilaku menyimpang biasanya terdapat gangguan dari makhluk gaib.

"Setiap penyimpangan yang terjadi di luar pada syariat islam itu biasanya ada syaitonnya. Dan nggak hanya itu aja, biasanya perokok dan segala macem itu kalau dia mau tobat itu kan ada syaitonnya," tambahnya.

"Jadi dianggap menyimpang dan rokok itu hukumnya harom, ketika dia pakai sesuatu yang haram itu dan dia suka, nah itu ada masalah dengan orang itu, perlu diruqyah," jelasnya.

Ahli Terapi Ruqyah Sebut Pelaku Pamer Saldo ATM dan Lempar Sperma Perlu di-Ruqyah




Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)