Selasa, 26 Nov 2019 08:21 WIB

Vaper Pamer Foto Rontgen

Ramai-ramai Pamerkan Foto Rontgen, Vaper Yakin Paru-parunya Bersih

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto rontgen para vaper di Surabaya. Foto: dok. Pentolan Vape Jawa Timur (PVJT) Foto rontgen para vaper di Surabaya. Foto: dok. Pentolan Vape Jawa Timur (PVJT)
Jakarta - Pro kontra soal rokok elektrik atau vape masih terus bergulir. Kini, kian ramai suara dari para pengguna vape atau yang lebih sering disebut vaper dalam melakukan aksi kampanye, salah satunya memamerkan foto-foto rontgen paru-paru mereka.

Bukan hanya di Jakarta, di Surabaya kampanye foto rontgen juga dilakukan Pentolan Vape Jawa Timur (PVJT). Ada sekitar 219 foto rontgen paru-paru para pengguna vape yang dipajang untuk dilihat semua orang.

"Kemarin untuk peserta yang sudah melakukan gerakan rontgen 219 orang. Dan untuk waiting list masih 90 orang. Dari 219 orang yang mengikuti kegiatan ini, 80 persen pure vaping dan 20 persen Hybrid (vape dan rokok). Namun semua hasil rontgen tidak ada sama sekali flek dan peradangan," ujar Paijo, Vape Louder sekaligus pembina dari PVJT kepada detikcom, Senin (25/11/2019).

Foto-foto rontgen paru-paru para pengguna vape.Foto-foto rontgen paru-paru para pengguna vape. Foto: dok. Pentolan Vape Jawa Timur (PVJT)


Kampanye foto rontgen ini, disebut Paijo, untuk memberikan informasi soal dampak yang dirasakan oleh para pengguna vape dirasa tidak seburuk yang digaung-gaungkan oleh para ahli kesehatan. Menurutnya, vape memiliki dampak positif bagi vaper yang lain.

"Dan menangkis isu-isu yang beredar di masyrakat umum. Rontgen sendiri dilakukan oleh vapers di seluruh Indonesia khususnya di Jatim ingin membuktikan bahwa paru-paru kami bersih walau kita vape selama beberapa tahun kebelakang sampai sekarang," imbuhnya.



Pameran foto rontgen paru-paru vaper di Surabaya.Pameran foto rontgen paru-paru vaper di Surabaya. Foto: dok. Pentolan Vape Jawa Timur (PVJT)


Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, Penny Lukito, berencana melegalkan pelarangan rokok elektrik atau vape. Pelarangan ini mengacu pada PP No 109 Tahun 2019 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

"Fakta ilmiah BPOM menemukan bahwa rokok eletrik mengandung senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan," jelas Penny kepada detikcom, Senin (11/11/2019).

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto hingga saat ini mengaku masih menunggu masukan dari berbagai kalangan. Ia belum mau memberikan komentar atau sikap tegas meski BPOM sudah menyampaikan rencana melarang vape karena dinilai mengandung bahan-bahan berbahaya.

"Nanti kita menampung dari semua lapisan masyarakat, apa yang mereka ini kan. Jangan malah menjustifikasi sesuatu untuk hal yang belum jelas," kata Menkes Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (21/11/2019) lalu.



Simak Video "Bersiteguh Vape Aman, Vaper Ramai-ramai Pamer Rontgen Dada"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)