Kamis, 28 Nov 2019 06:36 WIB

Updated

Sindiran 'Mak Jleb' Menkes Terawan Soal Modus Dokter yang Bikin Tekor BPJS

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Terawan Agus Putranto (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Tekornya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan selalu jadi sorotan. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyinggung salah satu penyebabnya adalah pemberian tindakan yang tidak perlu, sehingga klaim rumah sakit membengkak.

Salah satunya dapat terlihat dari klaim operasi sectio caesarea atau sesar yang sangat tinggi pada 2018. Selain itu, biaya pengobatan sakit jantung juga mencapai Rp 10,5 triliun di tahun yang sama.

"Artinya apa? Terjadi pemborosan yang luar biasa untuk yang tidak seharusnya dilakukan tindakan, (malah-red) melakukan tindakan," tuding Menkes Terawan.



BPJS Kesehatan sendiri sejak lama mengeluhkan besarnya biaya pada beberapa jenis tindakan. Pengobatan katarak, bayi baru lahir, dan rehabilitasi medik disebut mencatatkan pengeluaran yang sangat besar.

"Operasi katarak mencapai 2,6 triliun. Bayi sehat yang ditagihkan secara terpisah dari ibunya sekitar 1,1 triliun. Rehabilitasi medik 960 miliar. Angka itu melebihi kasus katastropik, seperti jantung, gagal ginjal," kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, berkomentar saat menanggapi kontroversi Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) beberapa waktu lalu.



Menkes Terawan menilai, pelayanan bagi pasien seharusnya dilakukan dengan optimal, bukan maksimal. Pelayanan yang maksimal bukan tidak mungkin malah merugikan atau bahkan membahayakan nyawa pasien.

"Kanker juga begitu. Jangan stadium 1 dikemo sistemik. Ya matinya bukan karena kankernya, tapi obat-obatnya yang berlebihan. Itulah namanya jangan maksimal, tapi optimal," sebut Menkes.

(Catatan redaksi: artikel ini mengalami pemutakhiran terkait data tentang pembiayaan penyakit katastropik oleh BPJS Kesehatan.)



Simak Video "Menkes Terawan Terbitkan Protokol COVID-19 untuk Konser"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)