Kamis, 28 Nov 2019 13:40 WIB

Jatuh di Kamar Mandi, Ibu Ini Lahirkan Anak Kembar dalam Kondisi Koma

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi persalinan. Foto: iStock Ilustrasi persalinan. Foto: iStock
Jakarta - Tiga tahun lalu, Carly O'Loughlin (33) hanya ingin tidur karena mengalami migrain, 12 minggu sebelum hari perkiraan lahir kedua anak kembar di perutnya. Namun ia terjatuh sakit di kamar mandi lalu ditemukan sang suami, Jon, yang segera melarikannya ke rumah sakit.

Saat menunggu petugas medis datang, Carly mulai 'mengorok' dengan suara yang tak pernah didengar Jon sebelumnya dan ia mengalami muntah darah. Carly alami pendarahan otak dan harus menjalani persalinan prematur dengan metode caesar secepatnya.

Saat itu Carly diinduksi koma, beruntung kedua bayinya lahir selamat meski berbobot di bawah 1 kilogram. 24 jam kemudian Carly terbangun dan ia diberitahu bahwa ia telah melahirkan.

"Aku tak ingat soal melahirkan. Saat aku terbangun dan Jon berada di sana dan memberitahuku bahwa anak-anakku sudah lahir. Aku mulai menangis. Aku tak tahu apa yang terjadi. Aku hanya ingin pulang ke rumah namun dokter perlu mengetahui penyebab aku mengalami pendarahan otak," terang Carly, dikutip dari metro.co.uk.


Tiga hari usai kelahiran si kembar, Carly akhirnya bisa melihat mereka di NICU. Namun saat ia hendak kembali ke kamar, ia merasa ada sedikit rasa kejut di kaki kanannya. Ditemukan ada 100 sumbatan darah di kaki dan gumpalan sebesar 20 cm hanya sesenti dari jantungnya.

Ia langsung menjalani operasi darurat dan menghabiskan enam minggu di rumah sakit tapi dokter tak bisa menemukan penyebabnya. Akibatnya, Carly pulang ke rumah dengan keadaan kesulitan bergerak di salah satu kakinya dan harus menggunakan kursi roda atau tongkat seumur hidup. Kini Carly resmi menjadi penyandang disabilitas.

"Aku merasa menjadi ibu terburuk di dunia. Tak hanya aku tidak mengalami melahirkan anak kembarku, namun aku tak bisa menjadi ibu seperti yang aku inginkan ke mereka. Aku sangat iri pada Jon yang bisa melakukan banyak hal dengan anak-anak, sementara aku tak bisa. Aku benci sekali," ujarnya.

Ia juga sempat merasa marah karena ia merasa tidak berguna dan tidak bisa sebebas dulu. Yang lebih parah lagi, tiga tahun terlewat dan hingga kini Carly dan para dokter tak tahu apa yang menjadi penyebabnya mengalami pendarahan otak, ia juga sering mengalami beberapa periode 'kosong'.

"Sekarang yang paling penting bagiku adalah aku masih bisa bersama anak-anakku. Anak-anak tumbuh dan besar dengan hebat, tapi para dokter masih belum tahu akar masalah penyakitku apa. Cukup membuat frustasi tak hanya tidak bisa menjadi ibu bagi anak-anakku tapi juga karena para dokter tak tahu mengapa hal ini terjadi," tandas Carly.



Simak Video "Melihat Proses Melahirkan dengan Operasi Caesar"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)