Sabtu, 30 Nov 2019 09:35 WIB

Terpopuler: Sindiran Menkes Terawan Soal Penyebab Tekornya BPJS Kesehatan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Menkes Terawan Agus Putranto (Foto: Muhammad Ridho)
Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyinggung pemberian tindakan berlebihan dan tidak perlu di rumah sakit sehingga membebani BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Hal itu disebutnya sebagai pemborosan.

"Kanker juga begitu. Jangan stadium 1 dikemo sistemik. Ya matinya bukan karena kankernya, tapi obat-obatnya yang berlebihan. Itulah namanya jangan maksimal, tapi optimal," kata Menkes Terawan mencontohkan.



Sindiran ini sejalan dengan kondisi yang dikeluhkan BPJS Kesehatan selama ini. Dikatakan, ada beberapa jenis tindakan yang nilai klaimnya dinilai sangat besar.

"Operasi katarak mencapai 2,6 triliun. Bayi sehat yang ditagihkan secara terpisah dari ibunya sekitar 1,1 triliun. Rehabilitasi medik 960 miliar. Angka itu melebihi kasus katastropik, seperti jantung, gagal ginjal," kata Deputi Direksi Bidang Jaminan Pelayanan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief, berkomentar saat menanggapi kontroversi Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes) beberapa waktu lalu.

Menkes Terawan menilai, ada beberapa tindakan pada pasien yang dinilai berlebihan walau sebenarnya tidak perlu. Termasuk di antaranya bedah sesar ketika ibu melahirkan.

"Misalnya (ingin) lahirnya bisa sesuai pon, wage, kliwon, ya jangan disectio. Ya berdoa biar lahirnya bisa wage atau kliwon. Jangan minta disectio," tambah Menkes Terawan.



Simak Video "Menkes Terawan Terbitkan Protokol COVID-19 untuk Konser"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)