Minggu, 01 Des 2019 15:15 WIB

TERPOPULER DETIKHEALTH

Heboh Isu Atlet SEA Games Tidak Perawan, Ini Cara Dokter Memeriksanya

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi dokter dan pasien, tes keperawanan dilakukan dengan memeriksa selaput dara. Foto: iStock
Jakarta - Atlet senam artistik SEA Games 2019 asal Kediri membuat heboh karena disebut dipulangkan akibat dirinya tidak perawan. Ketua Harian KONI Jawa Timur, M. Nabil, merespons bahwa sang atlet dipulangkan bukan karena dirinya tidak perawan melainkan masalah disiplin.

"Dalam perjalanannya, atlet ini melakukan tindakan indisipliner selama di pelatnas. Beberapa kali terlambat latihan dengan alasan kurang sehat, setelah ditelusuri ternyata pulang malam, pulang pagi," kata Nabil kepada wartawan, Jumat (29/11/2019) lalu.

Dilaporkan bahwa sang atlet bersama orang tuanya sudah ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kediri untuk melakukan pemeriksaan keperawanan. Hasilnya menunjukkan bahwa Shalfa masih perawan.

Memang bagaimana biasanya seorang dokter melakukan tes keperawanan? Menurut dokter ahli kandungan di Rumah Sakit Premier, Surabaya, dr Poedjo Hartono, SpOG(K), tes keperawanan biasanya dilakukan dengan memeriksa keadaan selaput dara oleh dokter kandungan di meja ginekologi.


Hanya saja dr Poedjo menekankan selaput dara yang robek dan tidak utuh lagi belum tentu terjadi karena pernah melakukan hubungan seksual atau penetrasi penis ke dalam vagina.

"Selaput dara yang tidak utuh belum tentu menandakan seseorang masih perawan atau tidak, karena banyak penyebab yang bisa membuatnya robek, seperti kecelakaan atau masturbasi. Tapi, jika memang ingin menjalani tes keperawanan, bisa diperiksa oleh dokter kandungan dan hanya bisa dilakukan di meja ginekologi," jelasnya saat dihubungi detikcom, Jumat (29/11).

Cara pemeriksaannya melalui dubur hingga menemukan lubang hymen atau selaput dara. Dari situlah akan terlihat lingkaran selaput dara atau lubang himen, masih utuh atau sudah robek.

"Pasien dibawa ke meja ginekologi untuk pemeriksaannya. Kemudian, cara pemeriksaannya lewat dubur kemudian didorong ke depan hingga kelihatan lingkaran / lubang hymen, masih utuh atau sudah robek," pungkasnya.



Simak Video "WHO Targetkan 2 Miliar Vaksin Tersedia Akhir 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)